Kereta Bandara Internasional Minangkabau (BIM), alternatif kendara BIM - Padang sekaligus berwisata
Padi Salibu Anam
0:00 / 0:00
Kereta Bandara Internasional Minangkabau (BIM), alternatif kendara BIM - Padang sekaligus berwisata
2 107 просмотров · 4 года назад
Padi Salibu Anam
4,26 тыс. подписчиков
2 107 просмотров · 4 года назад
Stasiun Bandara Internasional Minangkabau (BIM) adalah stasiun kereta api bandara kelas I yang terletak di kawasan Bandar Udara Internasional Minangkabau (BIM); tepatnya di Katapiang, Batang Anai, Padang Pariaman. Posisi stasiun ini terletak di sebelah timur laut terminal penumpang bandara tersebut. Stasiun yang terletak pada ketinggian +2 meter ini termasuk dalam Divisi Regional II Sumatra Barat. Stasiun ini hanya memiliki dua jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus.
Stasiun ini selesai dibangun pada tahun 2016-2017 dan baru mulai beroperasi dengan diresmikannya kereta api Minangkabau Ekspres oleh presiden Joko Widodo pada tanggal 21 Mei 2018.
Sumbar merupakan daerah dengan potensi wisata yang lengkap. Mulai dari wisata pantai, gunung, kuliner, budaya, dan sejarah. Nah, Sejak pemberlakuan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) tahun 2021, 10 Februari 2021, Kereta Api Minangkabau Ekspres relasinya diperpanjang dari Stasiun Bandara Internasional Minangkabau langsung ke Stasiun Pulau Aie yang berdekatan dengan area bersejarah, Kota Tua Padang
Stasiun Pulau Aie sendiri merupakan salah satu stasiun bersejarah di Sumatra Barat. Stasiun yang diresmikan pada tanggal 1 Juli 1891 ini kini sudah kembali melayani masyarakat untuk turun dan naik kereta api.
Stasiun ini sangat strategis menjadi pembuka akses ke beberapa kawasan wisata unggulan di Sumatra Barat.
Pada masa pandemi ini, perjalanan kereta api selalu menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. PT KAI Divre II Sumbar tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat agar tidak menciptakan klaster penularan covid-19 baru. Calon penumpang diwajibkan memakai masker dengan suhu tubuh tidak lebih dari 37,3 derajat celcius serta menjaga jarak. Selain itu, untuk tetap menjaga kebersihan, disediakan wastafel portabel di area stasiun. Bahkan, kapasitas penumpang kereta api pun dibatasi hanya maksimal 70%.