KH Ubaidillah Shodaqoh: NU Harus Diurus Orang yang Tidak Punya Kepentingan | Muktamar NU
Ruang Publik
0:00 / 0:00
KH Ubaidillah Shodaqoh: NU Harus Diurus Orang yang Tidak Punya Kepentingan | Muktamar NU
5 222 просмотра · 3 месяца назад
Ruang Publik
28,3 тыс. подписчиков
5 222 просмотра · 3 месяца назад
RUANG PUBLIK, JAKARTA - Di tengah ramainya perdebatan soal konflik elite PBNU, kemandirian organisasi, hingga tantangan demokrasi di Indonesia, Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah, KH Ubaidillah Shodaqoh (Mbah Ubaid), menyampaikan pandangan yang lugas dan membumi.
Dalam perbincangan bersama Ahmad Rozali di Ruang Publik, Mbah Ubaid menjelaskan mengapa NU harus tetap hadir ketika negara tidak mampu menjangkau kebutuhan masyarakat. Ia juga mengulas pentingnya kaderisasi, budaya silaturahmi, kekuatan iuran warga, hingga bagaimana membangun organisasi yang solid tanpa bergantung pada kekuasaan.
Salah satu pernyataan yang paling menarik adalah ketika Mbah Ubaid menegaskan bahwa NU sebaiknya diurus oleh orang-orang yang tidak memiliki terlalu banyak kepentingan di luar organisasi. Menurutnya, ketika kepentingan lain bertabrakan dengan pengabdian kepada NU, sering kali NU yang justru dikalahkan.
Selain itu, Mbah Ubaid juga berbicara tentang:
Konflik dan proses islah di tubuh PBNU
Situasi Menjelang Munas, Konbes, dan Muktamar NU
Peran NU sebagai kekuatan masyarakat sipil
Kondisi demokrasi dan penegakan hukum di Indonesia
Kemandirian ekonomi NU melalui iuran warga dan usaha organisasi
Pentingnya pemimpin yang mengayomi, mendengar, dan dekat dengan kader
Mengapa persaudaraan menjadi modal terbesar dalam membangun NU
Perbincangan ini tidak hanya membahas dinamika internal NU, tetapi juga menawarkan refleksi tentang kepemimpinan, pengabdian, dan masa depan organisasi keagamaan terbesar di Indonesia.
----
00:00 Opening & Pengantar Mbah Ubaidillah Shodaqoh
02:18 Budaya Jagongan dan Cara Menyelesaikan Masalah ala NU
07:15 Rahasia Kekompakan PWNU Jawa Tengah
13:08 Kaderisasi, PKPNU, dan Konsolidasi Warga NU
18:24 Persaudaraan sebagai Modal Utama Organisasi
22:40 Mengapa Kader NU Mau Iuran dan Berjuang Bersama?
27:15 Kesederhanaan Pemimpin dan Kekuatan Mengemong Kader
31:40 NU sebagai "Second Line" Negara
36:55 Peran Kiai dalam Advokasi Masyarakat dan Kasus Kendeng
43:20 Konflik PBNU, Islah, dan Peran Kiai Sepuh
49:35 Demokrasi, Kritik Publik, dan Kondisi Indonesia Saat Ini
57:10 Apa yang Bisa Dilakukan NU di Tengah Kemunduran Demokrasi?
1:01:40 Kemandirian NU: Iuran, Koin, dan Usaha Mandiri
1:10:30 Kisah Sukses NU di Sragen, Kebumen, dan Jawa Tengah
1:16:45 Menghadapi Kader yang Mutung dan Menjaga Kekompakan
1:20:30 Mengapa Pengurus NU Harus "Pengangguran Intelektual"?
1:24:45 Menjelang Muktamar NU: Tantangan dan Harapan
1:30:20 Pemimpin NU yang Dibutuhkan Masa Depan
1:35:10 Muktamar Sederhana di Pesantren vs Hotel
1:41:25 Filosofi NU: Lebih Baik Ruwet Bersama daripada Berpisah
1:44:05 Penutup
Kunjungi juga akun sosial media kami:
Instagram: / ruangpublik.idn
Tiktok: / ruangpublik.idn
#nuonline #nahdlatululama #pbnu #nahdliyin #pwnujateng #demokrasiindonesia #islamindonesia #ruangpublik #ahmadrozali #kiainu #pesantren #civilsociety #gusyahya #gusipul #gusmuwafiq #gusyusuf