Перейти к содержимому

Laki-Laki Boleh Menangis? Ungkap Pentingnya Kedewasaan Emosi | DisMorning

DI's Way и Harian Disway

0:00 / 0:00

Laki-Laki Boleh Menangis? Ungkap Pentingnya Kedewasaan Emosi | DisMorning

7 050 просмотров · 2 нед. назад
DI's Way и Harian Disway
7 050 просмотров · 2 нед. назад
Dismorning kali ini membahas pentingnya kedewasaan emosi, mulai dari mengapa laki-laki boleh menangis hingga bagaimana seseorang belajar mengenali dan mengelola perasaannya sejak kecil. Bersama Dahlan Iskan dan dipandu Heraldha Savira (Sasa), perbincangan ini juga menyoroti dampak membaca berita buruk secara terus-menerus terhadap kondisi mental serta pentingnya membangun ketahanan diri atau resiliensi di tengah situasi yang penuh kekhawatiran. Sasa menjelaskan bahwa menangis bukan berarti seseorang lemah. Menurutnya, menangis merupakan salah satu cara meluapkan emosi yang perlu dipahami, baik oleh anak-anak maupun orang dewasa. Kebiasaan menahan tangis karena anggapan bahwa laki-laki tidak boleh menangis justru menjadi salah satu hal yang perlu dipertanyakan. Seseorang perlu belajar mengenali perasaan yang sedang dialami, termasuk ketika sedih, marah, atau kecewa. Pembahasan kemudian mengarah pada pentingnya pendidikan emosi sejak usia dini. Sasa menyoroti kebiasaan orang tua yang langsung meminta anak berhenti menangis tanpa membantu mereka memahami apa yang sedang dirasakan. Padahal, menurutnya, anak perlu diberi ruang untuk meluapkan emosinya dengan tetap didampingi. Setelah lebih tenang, anak bisa diajak berbicara untuk memahami penyebab perasaannya dan belajar merespons situasi dengan lebih baik. Tak hanya di rumah, pendidikan kedewasaan emosi juga perlu diperhatikan di lingkungan sekolah. Sasa, yang turut memberikan masukan dalam pengembangan kurikulum PAUD di Surabaya, menilai guru dan orang tua perlu memiliki pemahaman yang sejalan dalam menghadapi anak yang sedang menangis atau mengalami *tantrum*. Dengan begitu, keduanya tidak terus-menerus saling menyalahkan, tetapi bisa bekerja sama membantu anak mengenali dan mengelola emosinya sejak dini. Perbincangan ini juga berangkat dari keresahan Sasa ketika membaca berita buruk yang datang bertubi-tubi. Dahlan Iskan turut membagikan pengalaman tentang bagaimana emosi yang tidak terkendali dapat berdampak pada kondisi seseorang. Di tengah situasi yang membuat khawatir, keduanya mengajak masyarakat untuk membangun resiliensi, menjaga keseimbangan diri, dan tidak mengabaikan kesehatan mental. Mengapa laki-laki juga perlu berani menangis? Apakah kebiasaan melarang anak menangis dapat memengaruhi cara mereka mengelola emosi ketika dewasa? Dan bagaimana orang tua serta guru bisa membantu anak membangun kedewasaan emosi sejak dini? Saksikan Dismorning, ngobrol berbagai hal bersama Dahlan Iskan. setiap hari live di YouTube Energi Disway pada pukul 05.00 WIB Jangan sampai ketinggalan! #dahlaniskan #disway #dismorning #kedewasaanemosi #kesehatanmental #resiliensi #lakilakimenangis #kecerdasanemosional #mengelolaemosi #parenting #pendidikananak #emosianak #anaktantrum #polaasuh #paud #stres #kesehatanmentalpria #beritaburuk