💥 keinginan manusia untuk MENJADI SEPERTI TUHAN (Bedah buku Homodeus Youval Noah Harari) - Ryu Hasan
KESADARAN 33
0:00 / 0:00
💥 keinginan manusia untuk MENJADI SEPERTI TUHAN (Bedah buku Homodeus Youval Noah Harari) - Ryu Hasan
9 764 просмотра · 1 дн. назад
KESADARAN 33
60,6 тыс. подписчиков
9 764 просмотра · 1 дн. назад
Video ini membahas pemikiran dari sejarawan Yuval Noah Harari, khususnya dari bukunya Homo Deus, melalui sudut pandang neurosains dan evolusi otak yang disampaikan oleh dr. Ryu Hasan.
Berikut adalah poin-poin utama yang dibahas:
Perubahan Agenda Kemanusiaan (07:44 - 15:28): Dulu, fokus utama manusia adalah bertahan hidup melawan tiga musuh besar: kelaparan, wabah penyakit (infeksi), dan perang. Saat ini, fokus tersebut telah bergeser seiring kemajuan teknologi dan sains.
Tiga Agenda Baru Manusia (15:34 - 39:00):
1. Keabadian: Upaya memperpanjang usia hidup manusia melalui riset genetik (seperti Gilgamesh Project dan pemahaman tentang telomer) (22:58).
2. Kebahagiaan: Pencarian kebahagiaan yang dipahami sebagai hasil kerja otak, hormon, dan neurotransmiter, bukan sekadar kesenangan (pleasure) (24:47).
3. Transendensi: Keinginan manusia untuk menjadi seperti 'Tuhan' melalui teknologi, termasuk potensi mengunggah kesadaran manusia ke dalam sistem digital (cloud) agar bisa ada di mana-mana (30:12).
Realita Intersubjektif (41:12 - 45:10): Dr. Ryu menjelaskan konsep Harari bahwa banyak hal di dunia ini (seperti negara atau nilai-nilai tertentu) adalah fiksi atau realita intersubjektif yang disepakati bersama oleh manusia agar kita bisa bekerja sama dalam skala besar.
Sains dan Teologi (48:06 - 52:18): Sains modern bersifat bebas nilai dan tidak lagi menggunakan penjelasan teologis untuk fenomena alam. Dr. Ryu menekankan bahwa sains fokus pada mekanisme, bukan membuktikan keberadaan Tuhan.
Teknologi dan Masa Depan (57:43 - 1:07:05): Manusia akan terus mengadopsi teknologi yang menguntungkan bagi evolusi, meskipun terkadang tidak terasa logis. Prediksi masa depan menurut Harari bersifat spekulatif, terutama karena kita sedang berada di era yang belum pernah ada preseden sebelumnya.
#ryuhasan #kesadaran #neurosains