🔴LIVE: Ferdinand Tuding Ada Gerakan Salahkan Presiden Prabowo Guntur Geram Nama RI-1 Terseret Ijazah
Tribun Kaltim Official
0:00 / 0:00
🔴LIVE: Ferdinand Tuding Ada Gerakan Salahkan Presiden Prabowo Guntur Geram Nama RI-1 Terseret Ijazah
4 748 просмотров · Трансляция закончилась 22 часа назад
Tribun Kaltim Official
958 тыс. подписчиков
4 748 просмотров · Трансляция закончилась 22 часа назад
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Politikus Guntur Romli mengkritik pihak-pihak yang menyeret nama Presiden Prabowo Subianto dalam polemik ijazah SMA Gibran Rakabuming Raka.
Guntur menilai, langkah tersebut merupakan upaya pengalihan isu di tengah polemik ijazah Gibran yang kembali menjadi sorotan.
Pernyataan itu disampaikan Guntur Romli dalam akun Instagramnya pada Senin (19/10).
Dalam pernyataannya, Guntur menyebut pendukung Jokowi dan Gibran justru membawa persoalan ijazah SMA Prabowo ketika polemik ijazah Gibran mencuat di Mahkamah Konstitusi.
Ia menilai, tindakan tersebut tidak menjawab persoalan utama terkait bukti kelulusan Gibran dari jenjang SMA atau sederajat.
Sementara itu, Politikus PDIP lainnya, Ferdinand Hutahean menyebut Isu ijazah dan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sengaja ditenggelamkan oleh narasi yang menyerang Presiden Prabowo Subianto.
Narasi tersebut dikaitkan dengan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga 11 persen setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan perubahan terkait pasar saham Indonesia.
Hal itu disampaikan dalam pernyataan yang menuding adanya orkestrasi opini oleh kelompok politik tertentu untuk membangun kesan bahwa pemerintahan Prabowo telah gagal.
Dalam pernyataannya, ia menyebut perubahan opini berlangsung hanya dalam satu hingga dua hari.
Menurutnya, penurunan bursa saham dan pelemahan rupiah kemudian dikaitkan dengan narasi bahwa ekonomi Indonesia akan bangkrut dan pemerintahan Prabowo harus dijatuhkan.
Ia menilai kondisi pasar keuangan tidak serta-merta mencerminkan keadaan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Ia mencontohkan harga beras, susu, dan cabai yang menurutnya tetap stabil meski pasar saham mengalami tekanan.
Lebih lanjut, ia menuding kelompok politik tertentu, yang disebutnya sebagai kelompok Solo, membangun narasi untuk menyerang Prabowo sekaligus mengalihkan perhatian dari polemik ijazah Gibran.
Ia juga mengaitkan narasi tersebut dengan rencana demonstrasi menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo pada 20 Oktober 2026.
Menurutnya, serangan terhadap Prabowo merupakan upaya untuk mengimbangi tekanan politik terhadap Gibran.
Ia pun mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh opini politik dan menghindari aksi demonstrasi yang berujung anarkis.
Di sisi lain, ia menyoroti sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilainya menguntungkan masyarakat, termasuk penambahan subsidi biaya haji dan upaya memperpendek masa antrean keberangkatan. (Tribun-Video.com)
Program: Tribunnews Update
Host: Nila Irda
Editor Video: Dedhi Ajib Ramadhani
Uploader: bagus gema praditiya sukirman/Fachmi Rachman
#ferdinandhutahaean #gunturromli #presidenprabowo #ijazahgibran