Перейти к содержимому

Muak Dengan Pemerintah Tapi Rumahku Tetap Indonesia - Pari Kesit

Pari Kesit

0:00 / 0:00

Muak Dengan Pemerintah Tapi Rumahku Tetap Indonesia - Pari Kesit

81 704 просмотра · 2 месяца назад
Pari Kesit
215 тыс. подписчиков
81 704 просмотра · 2 месяца назад
Di usia 81 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, semoga lagu ini menjadi pengingat bahwa kritik yang lahir dari cinta bukanlah kebencian. Bahwa harapan jauh lebih berharga daripada keputusasaan. Dan bahwa Indonesia akan selalu memiliki masa depan selama masih ada anak bangsa yang menjaga nurani. Kemerdekaan bukan sekadar tanggal yang kita rayakan setiap bulan Agustus. Kemerdekaan adalah keberanian untuk terus mencintai tanah air, bahkan ketika keadaan tidak selalu sesuai dengan harapan. Lagu "Rumahku Tetap Indonesia" lahir dari keyakinan bahwa Indonesia bukanlah negeri yang kehilangan harapan, melainkan negeri yang selalu memiliki kesempatan untuk bangkit. Sebab sebuah bangsa tidak runtuh hanya karena badai, tetapi ketika rakyatnya berhenti percaya bahwa masa depan masih layak diperjuangkan. Lirik lagu ini menggunakan bahasa yang penuh metafora. Akar melambangkan jati diri yang tetap memeluk bumi. Hujan yang kembali ke laut mengingatkan bahwa setiap perjalanan akan menemukan rumahnya. Gunung yang tak iri kepada samudra mengajarkan kerendahan hati. Semua menjadi refleksi bahwa cinta kepada Indonesia tidak bergantung pada siapa yang sedang berkuasa, tetapi pada kesediaan kita untuk tetap menjaga nilai, adab, persatuan, dan kemanusiaan. Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia jatuh pada 17 Agustus 2026 Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 "Selama akar belum berhenti memeluk bumi, selama hujan masih mengenal lautnya kembali, tak ada negeri yang benar-benar mati" Lirik: Negeri ini bukan kehilangan tanah hanya kehilangan arah Marwah ditukar murah nurani digadai ramah tamah Tak sedikit yang menakar amanah dengan timbangan upah hingga adab dipinggirkan lalu angkuh dipanggil berkah Namun akar tak pernah bertanya mengapa batang terluka Ia tetap mengirim hayat meski ranting lupa setia Laut tak menolak sungai walau keruh membawa cerita Begitulah cintaku—tak pandai memilih cuaca Rumah tak menjadi asing hanya sebab dindingnya retak Langit tak berhenti menaung hanya karena awannya pekat Bila zaman sedang tersesat menafsirkan martabat aku memilih tetap pulang daripada pandai mengumpat Biar zaman berganti wajah Rumahku tetap indonesia Selama akar belum berhenti memeluk bumi selama hujan masih mengenal lautnya kembali tak ada negeri yang benar-benar mati selama itulah cintaku pada negeri ini Kulihat musim berganti membawa wajah-wajah sementara Sebagian mengejar kuasa sebagian menjaga nuraninya Sebagian sibuk menghitung angka lupa menghitung makna Sebagian membangun menara lupa menyapa sesama Namun gunung tak pernah iri kepada samudra Bintang tak berebut nama dengan cakrawala Semesta mengajarkan yang agung tak banyak bicara ia hanya tetap memberi walau sering dilupa Maka bila hari ini halamanmu dipenuhi debu izinkan aku menjadi angin yang setia menyapu Bila esok langkahmu masih tertatih menuju waktu izinkan aku tetap menyebutmu Biar zaman berganti wajah Rumahku tetap indonesia Selama akar belum berhenti memeluk bumi selama hujan masih mengenal lautnya kembali tak ada negeri yang benar-benar mati selama itulah cintaku pada negeri ini Follow Our Social Media : Spotify : https://open.spotify.com/artist/76xk7... Instagram :   / parikesitentertainment   Tiktok :   / parikesitentertainment   Facebook :   / parikesitentertainment   X : https://x.com/parikesit_xid Whatsaap : https://whatsapp.com/channel/0029Vb62... #parikesit #merdeka #hutri