7 Toko Ritel Besar Dubai Tutup Permanen—Krisis Properti Komersial Makin Parah
edi purnomo
0:00 / 0:00
7 Toko Ritel Besar Dubai Tutup Permanen—Krisis Properti Komersial Makin Parah
12 569 просмотров · 3 мес. назад
edi purnomo
1,25 тыс. подписчиков
12 569 просмотров · 3 мес. назад
Dubai membangun salah satu pusat perdagangan ritel paling ambisius di dunia. Kini, semakin banyak toko menutup pintunya untuk selamanya.
Dokumenter ini mengungkap tujuh penutupan toko besar yang sedang mengubah wajah perdagangan Dubai sekaligus membongkar krisis properti komersial di baliknya. Dari runtuhnya merek perlengkapan rumah asal Amerika hingga padamnya gerai Gucci dan Apple di Dubai Mall, masalah ini bukan sekadar tentang toko yang berhenti beroperasi. Ini adalah tanda bahwa pasar ritel Dubai mungkin telah mencapai batas pertumbuhannya.
Kami membahas berakhirnya West Elm dan Pottery Barn di kawasan Teluk, penutupan kembali Debenhams di Timur Tengah, keluarnya River Island dari Uni Emirat Arab, melemahnya jaringan waralaba Alshaya Group, serta tutup permanennya THAT Concept Store yang pernah dianggap sebagai salah satu konsep perdagangan paling inovatif di kawasan tersebut.
Video ini juga menelusuri guncangan besar pada sektor barang mewah setelah krisis geopolitik Februari 2026, ketika nilai saham sejumlah kelompok mode dunia mengalami penurunan tajam hanya dalam satu sesi perdagangan.
Di balik setiap gerai yang ditutup terdapat tekanan besar pada pasar properti ritel. Harga sewa lokasi utama melonjak 15,1 persen dalam setahun, kontrak sewa baru turun 15,7 persen, sementara indeks properti Bursa Keuangan Dubai anjlok 21 persen hanya dalam dua minggu.
Apakah ini hanya perubahan sementara, atau awal dari keruntuhan besar sektor ritel dan properti komersial Dubai? Saksikan hingga akhir untuk memahami kisah sebenarnya yang jarang dibahas.
#RitelDubai #PropertiDubai #EkonomiDubai