Перейти к содержимому

KMP Batu Mandi Terbakar di Merak, Rudiyanto Penumpang asal Lampung Rugi Rp 400 Juta

Tribun Lampung Update

0:00 / 0:00

KMP Batu Mandi Terbakar di Merak, Rudiyanto Penumpang asal Lampung Rugi Rp 400 Juta

59 663 просмотра · 12 дн. назад
Tribun Lampung Update
247 тыс. подписчиков
59 663 просмотра · 12 дн. назад
Informasi lain ‪@tribunlampungupdate‬ ----- KMP Batu Mandi Terbakar di Merak, Rudiyanto Penumpang asal Lampung Rugi Rp 400 Juta #tribunlampungupdate - Kebakaran Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Batu Mandi di perairan Merak, Banten, Selasa (20/10/2026), menyebabkan seorang penumpang asal Lampung, Rudiyanto, diperkirakan mengalami kerugian hingga Rp 400 juta. Rudiyanto membawa mobil pikap bermuatan ikan tongkol dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, menuju Pelabuhan Merak, Banten. Kendaraan dan muatan tersebut rencananya dikirim ke wilayah Kota Cilegon, Banten. Namun, pengiriman itu terhambat setelah KMP Batu Mandi mengalami kebakaran saat menuju Dermaga VI Pelabuhan Merak. Rudiyanto mengatakan mobil pikap dan muatan ikan tongkolnya masih berada di dalam kapal saat kebakaran terjadi. Ia memperkirakan kerugiannya mencapai Rp 400 juta, termasuk kendaraan dan muatan yang dibawanya. "Saya naik kapal itu pukul 14.30 WIB, kemudian kapal berangkat pukul 15.00 WIB. Lalu, insiden kebakaran terjadi sekitar pukul 16.00 WIB," ujar Rudiyanto di Merak, Rabu (21/10/2026). Rudiyanto mengaku tidak mengetahui secara pasti awal mula kebakaran karena sedang beristirahat. Ia baru menyadari keadaan darurat setelah mendengar alarm kapal berbunyi. "Awal mula kebakaran saya kurang begitu tahu karena sedang istirahat. Kemudian terdengar bunyi alarm dari kapal. Kami langsung bangun dan panik. Saat itu, terlihat asap keluar dari bagian bawah kapal, di area mesin," tuturnya. Setelah alarm berbunyi, Rudiyanto bersama penumpang lainnya mengenakan pelampung untuk mengantisipasi keadaan darurat. Ia menilai petugas kapal memberikan respons yang baik selama proses penanganan penumpang. "Setelah mengetahui adanya kebakaran, kami langsung memakai pelampung. Respons petugas kapal juga baik dalam melayani penumpang," katanya. Saat ini, Rudiyanto mengikuti proses pendataan untuk mengajukan ganti rugi melalui PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Ia mengatakan masih mengikuti mekanisme yang ditetapkan pihak ASDP. "Saat ini kami masih mengikuti proses pendataan untuk ganti rugi. Kami mengikuti alur prosesnya dari ASDP," pungkasnya. Sebelumnya, KMP Batu Mandi bertolak dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak pada Selasa (20/10/2026). Informasi awal menyebutkan percikan api terdeteksi di dek atas kendaraan kecil sekitar pukul 16.15 WIB, ketika kapal berada di sekitar Pulau Merak Besar dan sedang bermanuver menuju Dermaga VI Pelabuhan Merak. Kebakaran tersebut berdampak pada sejumlah kendaraan dan muatan di atas kapal. Bagi Rudiyanto, insiden itu juga menimbulkan kerugian usaha yang diperkirakan mencapai Rp 400 juta. #lampung #berita ----- Channel YouTube Tribun Lampung Update merupakan bagian dari website berita https://lampung.tribunnews.com/ Tribun Lampung berdiri sejak 8 Juni 2009, yang berada dalam jaringan Tribun Network. Jangan lupa berikan komentar pada kolom komentar di bawah.