Перейти к содержимому

PEDIKSAAN IDA BAGUS GEDE MARDAWA PADANGRATA & IDA AYU PUTU MERTHAWATI

Oka Arnawa

0:00 / 0:00

PEDIKSAAN IDA BAGUS GEDE MARDAWA PADANGRATA & IDA AYU PUTU MERTHAWATI

22 197 просмотров · 8 л. назад
Oka Arnawa
1,91 тыс. подписчиков
22 197 просмотров · 8 л. назад
PERJALANAN MENUJU TITIK NOL Seorang mantan General Manajer PLN Distribusi Bali, memilih menjadi sulinggih, setelah dua tahun pensiun. Dia adalah Ida Bagus Gede Mardawa Padangratha yang setelah madiksa mendapat gelar Ida Pedanda Gede Nyoman Putra Talikup. Apa yang membuatnya madiksa? Setiap orang memiliki karma masing-masing. Entah itu hasilnya yang dinikmati pada kehidupan terdahulu, sekarang maupun yang akan datang. Itu menjadi salah satu alasan Ida Bagus Gede Mardawa kemudian memutuskan untuk madiksa dan menjadi sulinggih. Ida mengaku karena selalu dipermudah dalam kehidupannya, makanya kemudian dirinya memutuskan menjadi seorang sulinggih pada usianya yang ke-59. “Kalau di keluarga saya sendiri adalah keturunan ketujuh mediksa. Tetapi sebelumnya telah lama tidak ada yang madiksa entah itu beberapa keturunan,”upacara madiksa diselenggarakan pada 10 Januari Buda Kliwon Matal lalu. Prosesi madiksa dilakukan di Pasraman Santi Graha di Denpasar. Acara mediksa dilakukan di Denpasar karena saat itu Gunung Agung masih berstatus level IV (Awas). Untuk menghindari bencana, dirinya pun memutuskan segala upacara tidak dilakukan di grianya di Muncan, Selat, Karangasem. Griya yang di Muncan Karangasem diberikan nama Griya Koulubyawu, yaitu berarti ka hulu bermakna ke atas dan byawu merupakan suci. Sehingga dapat ia jelaskan tempat menuju kesucian. Menjadi seorang sulinggih yang dilihat adalah sesananya, baik dalam berbicara, perilaku, bahkan sesuai dengan apa yang ada di dalam hatinya. Di samping itu juga untuk mendalami belajar tentang agama. "Harus yang baik-baik agar berdampak baik pula bagi ornag banyak." Hari semakin sore, matahari semakin miring ke barat dan niscaya pada saatnya akan tenggelam di ufuk barat. Saya tak ingin berhenti dan terlelap dalam gelapnya malam ketika redup sinar sang surya, tapi saya ingin menyambut terang di balik tirai peraduan sang surya. Bersiaplah dan bergegaslah selama masih ada terang, agar jangan tersesat dalam sirnanya benderang.