Перейти к содержимому

Wali Kota Lhokseumawe Buka Festival Meurah Silu 2026

Prokopim Lhokseumawe

0:00 / 0:00

Wali Kota Lhokseumawe Buka Festival Meurah Silu 2026

108 просмотров · 6 дн. назад
Prokopim Lhokseumawe
389 подписчиков
108 просмотров · 6 дн. назад
Wali Kota Lhokseumawe Buka Festival Meurah Silu 2026, Perkuat Kolaborasi Ekonomi dan Promosi Budaya Daerah LHOKSEUMAWE – Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H., membuka Festival Meurah Silu (FMS) 2026 yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe di Harun Convention Center, Kota Lhokseumawe, Sabtu (31/10/2026). Mengusung tema “Merajut Kolaborasi, Bangkit Bersama, Meningkatkan Perekonomian Daerah”, festival ini menjadi wadah kolaborasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkenalkan potensi budaya dan kreativitas daerah. Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Bener Meriah Ir. H. Tagore Abubakar beserta Wakil Bupati Ir. H. Armia, Wakil Bupati Bireuen Ir. H. Razuardi, M.T., Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh Hertha Bastiawan, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe Yudo Herlambang, para kepala daerah kabupaten/kota atau yang mewakili, unsur Forkopimda, para Sekretaris Daerah, serta para Ketua Dekranasda kabupaten/kota, termasuk Ketua Dekranasda Kota Lhokseumawe Ny. Yulinda Sayuti. Turut hadir para pimpinan instansi vertikal, kepala OPD, pimpinan perbankan, pimpinan lembaga, tokoh adat, tokoh masyarakat, pelaku UMKM, seniman dan budayawan. Festival Meurah Silu 2026 berlangsung selama dua hari, 31 Oktober hingga 1 November 2026, dengan rangkaian kegiatan meliputi Aceh Modest Fashion Competition, talkshow bersama desainer nasional, donor darah, lomba cerdas cermat kebanksentralan, pertunjukan seni budaya, QRIS Wakaf Run, lomba mewarnai, serta tabligh akbar. Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam memperluas promosi produk unggulan daerah, meningkatkan daya saing UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan pelestarian kebudayaan di kawasan.