Перейти к содержимому

Pengakuan Staf Lapas Cibinong soal 13 Rumah Mewah Dibangun hanya 3 Bulan, Sumber Dana Dipertanyakan

Tribunnews

0:00 / 0:00

Pengakuan Staf Lapas Cibinong soal 13 Rumah Mewah Dibangun hanya 3 Bulan, Sumber Dana Dipertanyakan

21 551 просмотр · 5 часов назад
Tribunnews
15,7 млн подписчиков
21 551 просмотр · 5 часов назад
Baca Selengkapnya di https://video.tribunnews.com/view/966... Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-VIDEO.COM - Pengakuan staf Lapas Cibinong mengungkap 13 rumah dinas di lingkungan Lapas Kelas IIA Cibinong dibangun hanya dalam waktu tiga bulan, yakni Januari hingga April 2023. Namun, sumber anggaran pembangunan belasan rumah tersebut menjadi pertanyaan dalam rapat Komisi XIII DPR RI di Senayan pada Senin (28/9). Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya mempertanyakan keberadaan 13 rumah dinas di lingkungan Lapas Kelas IIA Cibinong. Pertanyaan tersebut mencakup waktu pembangunan, pihak yang memerintahkan pembangunan, hingga sumber anggaran yang digunakan. Dalam rapat, Willy meminta keterangan Kepala Urusan Umum Lapas Kelas IIA Cipinang, Deni, terkait status 13 bangunan tersebut. Deni menjelaskan, 13 rumah dinas itu dibangun pada Januari 2023 dan selesai pada April 2023. Namun, status pinjam pakai terhadap bangunan tersebut baru terbit pada 2026. Anggota Komisi XIII kemudian mempertanyakan sumber anggaran serta proses pembangunan 13 rumah dinas tersebut. Deni mengaku tidak mengetahui sumber anggaran pembangunan karena saat itu baru menjabat sebagai Kepala Urusan Umum dan tidak dilibatkan dalam proses pembangunan. Sementara itu, Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Mashudi, menegaskan pihaknya tidak memiliki anggaran untuk memasang kamera CCTV di seluruh area lapas di Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan saat menanggapi sorotan terkait kebutuhan pengawasan di lingkungan lapas dan rutan. Mashudi menjelaskan keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala dalam penyediaan CCTV secara menyeluruh. "Tapi kami tidak mengeles apa pun bentuknya. Kami daripada masing-masing kalapas berupaya, ya kan, berupaya untuk membangun bagaimana jaringan CCTV yang ada di lapas dan rutan," ucap Mashudi. Maka dari itu, pemasangan CCTV di seluruh lapas dan rutan se-Indonesia belum dapat dilakukan. (Tribun-Video.com) Program: Tribunnews Update Host: Anggraheni Widya Witari Editor Video: Ni'amu Shoim Assari Alfani Uploader: Panji Anggoro Putro