Перейти к содержимому

Kita kompromi dengan dosa karena takut dimusuhi.

Kencan Dengan Tuhan

0:00 / 0:00

Kita kompromi dengan dosa karena takut dimusuhi.

361 просмотр · 4 дн. назад
Kencan Dengan Tuhan
21,3 тыс. подписчиков
361 просмотр · 4 дн. назад
Sabtu, 3 Oktober 2026 Matius 5:13 "Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang." Di film-film, sering kali digambarkan seseorang mengalami amnesia hingga ia tidak ingat akan masa lalunya bahkan identitasnya. Namun menurut ilmu medis, gambaran di film ini tidak selalu akurat. Orang bisa mengalami amnesia lalu tak ingat siapa dirinya atau kejadian yang menimpanya, tapi ingat keahlian yang ia kuasai. Seorang pengikut Yesus juga bisa mengalami amnesia rohani. Mereka bisa lupa identitas mereka, yaitu bahwa mereka adalah terang dan garam dunia. Ya, garam dan terang dunia adalah sebuah identitas, bukan tugas, Itulah sebabnya Yesus tidak berkata "kamu harus menjadi garam dunia/terang dunia" tapi la berkata "kamu adalah garam dunia (ay. 13) dan "kamu adalah terang dunia" (ay. 14). la tidak sedang memberikan perintah, tapi la mengingatkan siapa kita sebenarnya. Nah, kenapa seorang pengikut Yesus bisa lupa akan identitasnya? Penyebabnya bukan benturan atau kecelakaan, tapi sering kali karena mereka terlalu sibuk dengan diri/urusannya sendiri. Penyebab lain adalah karena mereka merasa sudah nyaman dengan kondisinya sekarang. Maka, mereka pun enggan menjalankan fungsinya. Garam baru akan berfungsi ketika ia ditaburkan di masakan yang hambar. Terang berfungsi ketika ia mendatangi kegelapan. Seorang pengikut Yesus pun baru akan bisa menerangi dan menggarami ketika mereka mau keluar dari kebiasaan dan kenyamanannya, untuk datang kepada mereka yang hidupnya masih hambar atau dalam kegelapan. Nah, seperti apakah kita? Apakah kita selalu ingat dengan jati diri kita ini? Atau kita justru sering lupa sehingga cara hidup kita sehari-hari tidak ada bedanya dengan orang dunia. Atau mungkinkah kita dengan sengaja tidak mau hidup sebagai garam dan terang ini? Kita diam saat terjadi penyimpangan di lingkungan kita, atau saat melihat orang lain mengalami kehampaan di dalam hidupnya. Kita kompromi dengan dosa karena takut dimusuhi. Jika itu yang terjadi, perhatikan peringatan Yesus ini. Garam yang tak asin akan dibuang, terang yang ditutupi adalah sia-sia. Jangan sampai hidup kita didapati Tuhan tawar dan sia-sia. Garami dan terangi sekitar kita! Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, sadarkanlah aku bahwa sebagai anak-Mu hidupku harus menjadi terang dan garam bagi orang -orang di sekitarku. Mampukan aku Tuhan sehingga melalui kehadiranku banyak orang kubawa untuk semakin mengenal-Mu. Amin. (Dod).