Перейти к содержимому

Harusnya Ikut Wisuda, Misteri Mahasiswa Unand yang Hilang dan Belum Pulang 8 Bulan

Tribunnews

0:00 / 0:00

Harusnya Ikut Wisuda, Misteri Mahasiswa Unand yang Hilang dan Belum Pulang 8 Bulan

4 507 просмотров · 1 месяц назад
Tribunnews
15,7 млн подписчиков
4 507 просмотров · 1 месяц назад
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-VIDEO.COM - Tangis Ade Melriza (47) pecah saat mengenang putra sulungnya, Ryan Al Ghifari, mahasiswa Universitas Andalas (Unand) angkatan 2022 yang meninggalkan rumah sejak November 2025 dan hingga kini belum kembali. Ade berharap Ryan segera pulang setelah hampir delapan bulan tidak diketahui keberadaannya. "Ryan, pulang, Nak, temui Mama. Mama sudah tidak kuat seperti ini. Mama tidak marah kalau Ryan pulang. Kami semua akan bahagia kalau Ryan kembali. Ayolah pulang, Nak. Setiap siang dan malam Mama selalu berdoa agar Ryan pulang," kata Ade sambil menangis dan memegang foto anaknya, Sabtu (11/7/2026). Ade semakin terpukul karena Ryan seharusnya mengikuti wisuda di Universitas Andalas pada Minggu (12/7/2026). "Besok ada 16 orang teman sejurusan anak saya yang wisuda. Seharusnya Ryan juga ikut wisuda karena mata kuliahnya hampir selesai saat dia meninggalkan rumah," ujarnya. Menurut keterangan dosen, Ryan bahkan berpeluang lulus dengan predikat cum laude. "Kata dosennya, kalau tidak terjadi seperti ini, Ryan seharusnya lulus cum laude. Besok harusnya dia wisuda," katanya. Ryan dikenal sebagai mahasiswa berprestasi dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) terakhir mencapai 4,00. "Ini IPK terakhirnya sebelum meninggalkan rumah, bisa dilihat 4,00," kata Ade sambil menunjukkan nilai akademik Ryan. Ryan diketahui meninggalkan rumah di Kelurahan Jati Baru, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat, pada Senin (17/11/2025) sekitar pukul 02.00 WIB. Ade mengetahui Ryan pergi saat bangun untuk salat Subuh dan mendapati pintu rumah tidak terkunci, sementara putranya sudah tidak berada di kamar. "Saya tahu Ryan meninggalkan rumah saat subuh. Waktu bangun tidur, saya lihat pintu rumah tidak dikunci. Saya pikir papanya yang keluar untuk buang sampah. Namun saat saya hendak membangunkan adiknya, Ryan sudah tidak ada di kamar," katanya. Keluarga kemudian mencari berbagai petunjuk, tetapi hanya menemukan laptop, telepon genggam, dompet berisi uang, serta kartu identitas Ryan yang masih berada di kamar. "Saat itu saya langsung membuka laptop Ryan untuk mencari percakapannya di WhatsApp. Tapi saya tidak mendapatkan petunjuk sama sekali," katanya. Keluarga juga menanyakan keberadaan Ryan kepada tetangga, tetapi tidak ada yang melihatnya pergi dan rekaman CCTV di sekitar rumah juga tidak menunjukkan keberadaannya. "Saya tanyakan ke tetangga apakah ada yang melihat Ryan. Tapi tidak ada yang melihat, mungkin karena saat itu sudah larut malam dan hujan. CCTV di sekitar rumah juga tidak merekam Ryan saat pergi," ujarnya. Ade bersama suaminya, Irvan Adrian (52), kemudian mencari Ryan hingga mendatangi rumah dan tempat kos teman-teman sekolah serta kuliahnya. "Saya sudah mendatangi rumah sampai kos teman-teman Ryan. Tapi tidak ada petunjuk sama sekali," katanya. Keluarga juga telah melaporkan hilangnya Ryan ke Polsek, Polresta Padang, hingga Polda Sumatera Barat, tetapi belum mendapatkan informasi mengenai keberadaannya. "Saya sudah melaporkan ke Polsek, Polresta Padang hingga Polda. Namun sampai delapan bulan Ryan hilang, saya belum mendapatkan informasi apa pun," ujarnya. Saat Sumatera Barat dilanda banjir dan longsor pada akhir November 2025, keluarga sempat khawatir Ryan menjadi salah satu korban bencana. Ade bahkan menyerahkan sampel DNA ke RS Bhayangkara Padang untuk dicocokkan dengan identitas korban, tetapi hasilnya tidak menemukan kecocokan. "Saat itu saya ingin memastikan apakah anak saya menjadi korban bencana. DNA saya tinggalkan di RS Bhayangkara, tapi hasilnya tidak ada yang cocok," katanya. Selain berprestasi di kampus, Ryan bersama teman-temannya juga berhasil menciptakan aplikasi sistem informasi pelayanan dan pengelolaan administrasi kepegawaian Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Barat. "Nilainya di atas rata-rata, bahkan mendapat penghargaan dari Pemprov Sumbar atas aplikasi yang ia ciptakan," ujarnya. Hingga kini, Irvan dan Ade masih terus berharap Ryan segera pulang dan dapat menyelesaikan kuliahnya. "Saya ingin melihat dia menyelesaikan kuliah dan diwisuda," ucap Ade.(*) Artikel ini telah tayang di TribunPadang.com dengan judul 8 Bulan Hilangnya Mahasiswa Unand, Sang Ibu Menangis: Besok Harusnya Ryan Ikut Wisuda, https://padang.tribunnews.com/padang/.... Program: Saksi Kata Sumber: TribunPadang.com Editor: Akmal Khoirul Habib #RyanAlGhifari #MahasiswaUnand #UniversitasAndalas #OrangHilang #Padang #SumateraBarat #MahasiswaHilang #PencarianOrangHilang #KabarOrangHilang #Unand #KisahKeluarga #BeritaPadang