Перейти к содержимому

GEGER !! ANJING "TETANGGA" JOKOWI DILEPAS !! PENDEMO "BUBAR BARISAN" 😅

OPUNG PARBELLAK NEWS и ещё 2

0:00 / 0:00

GEGER !! ANJING "TETANGGA" JOKOWI DILEPAS !! PENDEMO "BUBAR BARISAN" 😅

317 954 просмотра · 18 часов назад
OPUNG PARBELLAK NEWS и ещё 2
317 954 просмотра · 18 часов назад
Aliansi Rakyat Indonesia Bersatu Bergerak menggelar aksi unjuk rasa di kediaman Presiden ke-7 Jokowi di Solo pada Kamis, 10 September 2026. Kedatangan mereka berkaitan dengan pernyataan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi yang menyinggung kemungkinan percepatan pemilu sebelum 2029. Massa membawa sejumlah kertas bernada protes serta surat dan plakat berisi filosofi Jawa untuk disampaikan kepada Jokowi. Puluhan orang yang mengatasnamakan Aliansi Rakyat Indonesia Bersatu (ARIB) menggelar aksi demonstrasi di depan kediaman mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, Kamis (10/9/2026). Massa ARIB datang untuk menyampaikan surat peringatan dan menyerahkan sebuah plakat kepada Jokowi secara langsung. Namun, karena alasan prosedur pengamanan, surat dan plakat tersebut akhirnya diterima oleh anggota Paspampres Jokowi. Dalam aksinya, massa membawa sejumlah poster berisi kritik terhadap Jokowi. Beberapa di antaranya bertuliskan “Jokowi Jongos Oligarki”, “Jokowi Power Syndrome”, “Jokowi dan Dinasti Haus Kuasa”, “Bubarkan Geng Solo dan Dinasti Jokowi”, “Jokowi Melanggar Konstitusi”, “Jokowi Pembohong”, serta “Jokowi Perusak PDI-P”. Demo di Rumah Jokowi Sempat Memanas Menurut laporan Espos, situasi sempat memanas ketika massa aksi yang masuk ke Gang Kutai Utara bertemu dengan barisan pendukung Jokowi. Aparat keamanan kemudian melakukan pengamanan untuk mencegah situasi berkembang menjadi kericuhan. Kondisi akhirnya dapat dikendalikan dan aksi tetap berlangsung. Koordinator Aksi ARIB, Bangun Sutoto, mengatakan kedatangan mereka bertujuan menyampaikan surat dan plakat kepada Jokowi. “Kami ingin menyampaikan sepucuk surat dan satu buah plakat untuk Bapak Jokowi karena menurut kami Bapak Jokowi belum lama ini duduk di sebelah kiri saudara Budi Arie [Ketua Umum Projo] yang menyampaikan indikasi adanya makar. Karena itu kami sebagai anak bangsa mewakili seluruh rakyat Indonesia tidak bisa tinggal diam,” ujar Koordinator Aksi ARIB, Bangun Sutoto. Menurut Bangun, aksi tersebut juga merupakan bentuk kepedulian terhadap Jokowi sebagai sesama manusia serta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Karena itu kepada Bapak Jokowi kami memanusiakan bapak sebagai manusia, kalau orang Jawa bilang nguwongke uwong. Karena itu kami mengingatkan bentuk kepedulian kami kepada NKRI dan juga kepada Bapak Jokowi. Karena itu kami berikan surat peringatan sekaligus plakat filosofi dalam bahasa Jawa ini,” terang dia. Tuntut Geng Solo dan Dinasti Jokowi Dibubarkan Salah satu tuntutan yang dibawa massa terlihat dalam poster yang meminta “Bubarkan Geng Solo dan Dinasti Jokowi”. Selain itu, ARIB juga menyampaikan sejumlah kritik terhadap Jokowi melalui surat yang mereka serahkan dalam aksi tersebut. Massa membawa plakat yang memuat lima filosofi Jawa, yaitu: 1. Lamun sira sekti ojo kemaki. 2. Lamun sira sekti tansah eling pati. 3. Sapa nandur bakal ngunduh. 4. Ngunduh wohing pakarti. 5. Sapa salah bakal seleh. Bangun menegaskan bahwa kedatangan massa bukan untuk membuat keributan, melainkan menyampaikan aspirasi secara damai. “Kami datang untuk kedamaian, kami minta Pak Jokowi cinta NKRI. Jadi kami datang untuk kedamaian, bukan keonaran,” tegas Bangun. ARIB Minta Jokowi Bebaskan NKRI dari Sejumlah Hal Melalui surat yang disampaikan kepada Jokowi, ARIB juga mengajak mantan presiden tersebut untuk ikut membebaskan NKRI dari sejumlah hal yang mereka persoalkan. Beberapa di antaranya: Campur tangan asing dan aseng. Para pengkhianat bangsa dan negara. Dominasi oligarki kapital. Politisi busuk. Gerakan PKI gaya baru. Bangun mengatakan Jokowi seharusnya menempatkan dirinya sebagai seorang negarawan setelah pernah mendapat mandat rakyat untuk memimpin Indonesia. “Seharusnya Pak Jokowi menempatkan dan membangun diri sebagai seorang negarawan yang pernah diamanahi rakyat sebagai Presiden RI. Sudah seharusnya pula bapak menghormati dan mematuhi konstitusi dan UU, bukan malah memberi contoh praktik politik yang kotor dan memalukan,” ungkap Bangun. Aksi ARIB tersebut menjadi perhatian karena digelar langsung di sekitar kediaman Jokowi di Solo. Massa menyampaikan sejumlah kritik dan tuntutan, termasuk seruan pembubaran “Geng Solo dan Dinasti Jokowi”, sekaligus menyerahkan surat peringatan serta plakat kepada perwakilan Paspampres. #jokowidodo #prabowosubianto #gibranrakabumingraka #kabinetmerahputih #politikindonesia #roysuryo #rismonsianipar #doktertifa #pdiperjuangan #megawatisoekarnoputri