Cara Manusia Purba Bertahan dari Kelaparan di Zaman Es?
Kro.
0:00 / 0:00
Cara Manusia Purba Bertahan dari Kelaparan di Zaman Es?
1 561 просмотр · 2 дн. назад
Kro.
152 тыс. подписчиков
1 561 просмотр · 2 дн. назад
Zaman es. Persediaan habis. Tidak ada toko, tidak ada bantuan. Apa yang sebenarnya dimakan manusia purba saat musim dingin paling kejam?
Jawabannya ternyata bukan sekadar "apa saja yang bisa ditelan". Dari sumsum tulang, minyak tulang, lubang penyimpanan di tanah beku, sampai kanibalisme yang masih diperdebatkan para ilmuwan, video ini membongkar cara manusia zaman es bertahan hidup, dan kenapa kelaparan kelinci (rabbit starvation) bisa membunuh orang yang perutnya penuh.
Di video ini kamu akan tahu:
Kenapa makan daging kurus saja bisa membuat tubuh jatuh sakit
Kenapa lemak adalah "harta karun" di zaman es
Bagaimana tulang diubah menjadi makanan dan bahan bakar
Apa yang sebenarnya kita tahu (dan belum tahu) soal kanibalisme di Gough's Cave dan Goyet
Kisah Neanderthal Shanidar 1 dan arti berbagi makanan
💬 Kalau kamu ada di hari kesembilan itu dan hanya boleh membawa satu hal, kamu pilih api, pisau batu, atau satu orang yang kamu percaya? Tulis di komentar.
🔔 Suka membongkar pertanyaan sederhana tentang manusia, masa lalu, dan cara kita bertahan hidup? Subscribe Primal Future.
📚 RESEARCH & SOURCES
Catatan: video ini membedakan antara temuan yang kuat, hipotesis, dan hal yang belum diketahui. Beberapa poin masih diperdebatkan, yaitu perebusan tulang oleh Neanderthal, penyimpanan di tanah beku, motif kanibalisme, dan tingkat perawatan terhadap Shanidar 1.
Pola makan dan protein
Speth, J.D. & Spielmann, K.A. (1983). Energy source, protein metabolism, and hunter-gatherer subsistence strategies. Journal of Anthropological Archaeology, 2(1), 1–31.
Speth, J.D. (1989). Early hominid hunting and scavenging: the role of meat as an energy source. Journal of Human Evolution, 18(4), 329–343.
Cordain, L. et al. (2000). Plant-animal subsistence ratios and macronutrient energy estimations in worldwide hunter-gatherer diets. American Journal of Clinical Nutrition, 71(3), 682–692.
Richards, M.P. & Trinkaus, E. (2009). Isotopic evidence for the diets of European Neanderthals and early modern humans. PNAS, 106(38), 16034–16039.
Henry, A.G., Brooks, A.S. & Piperno, D.R. (2011). Microfossils in calculus demonstrate consumption of plants and cooked foods in Neanderthal diets. PNAS, 108(2), 486–491.
Hardy, K. et al. (2012). Neanderthal medics? Evidence for food, cooking, and medicinal plants entrapped in dental calculus. Naturwissenschaften, 99, 617–626.
Sumsum, minyak tulang, dan bahan bakar tulang
Outram, A.K. (2001). A new approach to identifying bone marrow and grease exploitation. Journal of Archaeological Science, 28(4), 401–410.
Théry-Parisot, I. (2002). Fuel management (bone and wood) during the Lower Aurignacian in the Pataud Rock Shelter. Journal of Archaeological Science, 29(12), 1415–1421.
Pidoplichko, I.G. (1998). Upper Palaeolithic Dwellings of Mammoth Bones in the Ukraine. BAR International Series 712.
Penyimpanan makanan
Soffer, O. (1985). The Upper Paleolithic of the Central Russian Plain. Academic Press.
Binford, L.R. (1978). Nunamiut Ethnoarchaeology. Academic Press.
Kanibalisme
Bello, S.M. et al. (2015). Upper Palaeolithic ritualistic cannibalism at Gough's Cave (Somerset, UK). Journal of Human Evolution, 82.
Bello, S.M., Parfitt, S.A. & Stringer, C. (2011). Earliest directly-dated human skull-cups. PLoS ONE, 6(2), e17026.
Rougier, H. et al. (2016). Neandertal cannibalism and Neandertal bones used as tools in Northern Europe. Scientific Reports, 6, 29005.
Cole, J. (2017). Assessing the calorific significance of episodes of human cannibalism in the Paleolithic. Scientific Reports, 7, 44707.
Perawatan, perencanaan, dan penyimpanan sosial
Trinkaus, E. (1983). The Shanidar Neandertals. Academic Press.
Spikins, P., Rutherford, H. & Needham, A. (2010). From homininity to humanity: compassion from the earliest archaic to modern humans. Time and Mind, 3(3), 303–325.
Spikins, P. et al. (2019). Living to fight another day: The ecological and evolutionary significance of Neanderthal healthcare. Quaternary Science Reviews, 217, 98–118.
Wiessner, P. (1982). Risk, reciprocity and social influences on !Kung San economics. Dalam Leacock & Lee (eds.), Politics and History in Band Societies. Cambridge University Press.
#manusiapurba #zamanes #primalfuture #evolusimanusia #neanderthal #sejarahmanusia