LAUT YANG MENELAN AIR MATA | JK
Jane Kalangie
0:00 / 0:00
LAUT YANG MENELAN AIR MATA | JK
161 просмотр · 2 недели назад
Jane Kalangie
230 подписчиков
161 просмотр · 2 недели назад
LAUT YANG MENELAN AIR MATA
Syair : Jane Kalangie
Arrangement : Jane Kalangie
#aimusic#popballad#orchestra
#janekalangie
Laut yang Menelan Air Mata adalah nyanyian tentang rindu yang tak pernah menemukan dermaga. Di tepi laut, kenangan kekasih datang seperti ombak—mendekat, menyentuh luka, lalu kembali menghilang ke dalam cakrawala. Air mata dititipkan kepada angin, tetapi yang pulang hanyalah kesunyian.
Di bawah bulan yang pucat, tokoh lirik menunggu sebuah nama yang tak kunjung kembali. Laut menjadi saksi bagi cinta yang perlahan dilepaskan: setiap ombak seakan membawa kembali bayangan kekasih, sekaligus mengajarkan bahwa tidak semua rindu harus sampai kepada tujuannya.
Pada akhirnya, laut bukan lagi sekadar bentang air, melainkan metafora bagi hati yang sedang belajar kehilangan. Cinta dibiarkan ditelan ombak, bukan karena telah padam, melainkan karena mencintai kadang berarti merelakan seseorang pergi agar diri sendiri dapat belajar hidup tanpa kehadirannya.
Selamat mendengarkankan dan semoga terhibur dengan lagu-lagu karya 👉
@Jane-Allsong. Jangan lupa, like komen share dan subscribe
🎶🎧💝
#syairRizalTanjung
#syairjanekalangie
Syair :
Aku berdiri di tepi lautan,
Melihat ombak memecah karang,
Ada namamu dalam deburan,
Datang sebentar lalu menghilang.
Kutitip tangis kepada angin,
Kubawa rindu ke pulau asing,
Namun angin kembali hening,
Meninggalkan dada makin dingin.
Bulan tergantung di langit luka,
Cahayanya pucat membelah senja,
Kutanya laut dalam suara,
Mengapa rinduku tak sampai juga?
Perahu malam berlayar perlahan,
Membawa cahaya di kejauhan,
Aku menunggu tanpa kepastian,
Dengan sepi menjadi teman.
Andai laut mampu bicara,
Tentu ia tahu rahasia air mata,
Setiap ombak menuju pantai,
Membawa namamu kembali lagi.
Pergilah ombak membawa rindu,
Ke negeri jauh tempatmu berteduh,
Biarlah laut menelan cintaku,
Agar aku belajar tanpamu.