GEOSEMINAR SUBDUKSI CILETUH MENURUT AWANG SATYANA
GEOTV
0:00 / 0:00
GEOSEMINAR SUBDUKSI CILETUH MENURUT AWANG SATYANA
2 536 просмотров · 4 г. назад
GEOTV
2,11 тыс. подписчиков
2 536 просмотров · 4 г. назад
GEOSEMINAR SUBDUKSI CILETUH MENURUT AWANG SATYANA
• GEOSEMINAR SUBDUKSI CILETUH MENURUT AWANG ...
Subduksi Ciletuh: Data Baru, Rekonstruksi Tektonik, Reintepreasi Regional, dan Problem Baru. Awang Harun Satyana (Geotrek Indonesia, geolog independen)
Sharing Session geotrek.id, 2 Juli 2022 via zoom meeting.
Ciletuh, Jawa Barat telah dikenal sejak publikasi Verbeek dan Fennema (1896 – Geologische Beschrijving van Java en Madoera) sebagai salah satu dari tiga tempat di Pulau Jawa yang menyingkapkan kompleks batuan Pratersier, dua tempat yang lain adalah Luk Ulo dan Pegunungan Jiwo di Jawa Tengah. Dalam interpretasi geologi Indonesia berdasarkan teori tektonik lempeng, Ciletuh dikenal menyingkapkan kompleks mélange subduksi Pra-Tersier (Thayyib et al., 1977). Lalu subduksi Ciletuh pun secara regional telah dikaitkan dengan jalur subduksi Kapur Luk Ulo/Karang Sambung, Pegunungan Jiwo, dan Pegunungan Meratus (Kalimantan Selatan) (Hutchison, 1973; Asikin 1974; Hamilton, 1979).
Namun tidak seperti kompleks mélange lainnya yang sudah dianalisis sejak lama dan cukup lengkap, mélange Ciletuh baru saja mendapatkan analisis lengkapnya (2018) untuk petrologi, petrogenesis, petrokimia, dan geokronologi. Di samping itu banyak penelitian geologi dilakukan di Ciletuh oleh Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran dalam kaitan Unesco Global Geopark Ciletuh termasuk pemetaan ulang geologi detail skala 1:50.000. Analisis, penelitian, dan pemetaan terbaru Ciletuh ini telah diringkas dan diinterpretasi ulang oleh Satyana et al. (2021).
Dan, suatu pandangan baru tentang subduksi Ciletuh pun muncul, yang cukup kontroversial terhadap pengetahuan klasik selama ini, termasuk implikasinya atas tektonik regional Indonesia Barat pada zaman Kapur-Paleogen. Pengetahuan baru Ciletuh muncul ke arena, tetapi sekaligus membawa problem-problem barunya.
Bagaimana sebenarnya perkara petrotektonik Ciletuh itu, akan dibahas dalam webinar ini. Pembicara telah memelajari Ciletuh dari ia mahasiswa sebagai tugas skripsinya untuk menjadi sarjana geologi (1988-1989), berkali-kali pergi ke Ciletuh menemani berbagai kelompok fieldtrip dari 2003-2022, terlibat dalam penyelidikan baru Ciletuh (2018), dan akhirnya mempublikasikan pengetahuan baru Ciletuh (2021).