Перейти к содержимому

Ekonomi Memiliki Bioskop

Nalara

0:00 / 0:00

Ekonomi Memiliki Bioskop

551 просмотр · 2 нед. назад
Nalara
178 подписчиков
551 просмотр · 2 нед. назад
🎬 Sabtu malam semua studio penuh dan antrean loket tidak berhenti — tapi uang yang masuk lewat pintu kaca itu berhenti di tempat yang tidak kamu duga. 💰 Video ini menyusun biaya sebenarnya dari satu lokasi bioskop: sekitar tiga puluh delapan miliar rupiah untuk multiplex rata-rata lima layar, dan bagian termahal bukan proyektornya. Kita lihat bagaimana harga tiket terbentuk — dari Rp30 ribu di mal sampai ratusan ribu di kursi premium — lalu ke mana uang itu pergi setelah pajak tontonan dan bagi hasil dengan pemilik film. Ada kontrak sewa dengan sisa rata-rata sebelas tahun, listrik yang menyala sebelum tiket pertama terjual, satu surat izin yang bisa menghapus seluruh jadwal tayang, dan jaringan yang pendapatannya naik tapi tetap merugi. Di ujungnya: berapa yang benar-benar kembali tiap tahun dari gedung seharga puluhan miliar. 📚 Sumber: 1. Cinema XXI — “Kinerja Resilien: Cinema XXI Catat Pendapatan Rp5,9 Triliun di 2025”. 2. PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (Cinema XXI) — Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan Tahun 2024. 3. PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) — Prospektus Penawaran Umum Perdana Saham (IPO), 2023. 4. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2009 tentang Perfilman. 5. Lembaga Sensor Film Republik Indonesia (LSF) — Dasar Hukum. 6. CGV Cinemas Indonesia — Informasi film dan jadwal penayangan “Spider-Man: Brand New Day”. 7. PT Graha Layar Prima Tbk (CGV Indonesia) — Laporan Keuangan Konsolidasian Interim untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2024. #bisnis #usahakecil #modalusaha #ekonomi #keuntungan #wirausaha #waralaba #bioskop #bisnisbioskop #industrifilm #cinemaxxi #hargatiket #layarlebar