Rekam Jejak Ricuh: Unit Punk Asal Medan dan Suara Perlawanan dalam EP "Patungan"
gunawan giok
0:00 / 0:00
Rekam Jejak Ricuh: Unit Punk Asal Medan dan Suara Perlawanan dalam EP "Patungan"
184 просмотра · 5 дн. назад
gunawan giok
520 подписчиков
184 просмотра · 5 дн. назад
Rekam Jejak Ricuh: Unit Punk Asal Medan dan Suara Perlawanan dalam EP "Patungan"
Di lanskap musik independen Indonesia, skena bawah tanah (underground) Kota Medan kerap melahirkan entitas musik yang sarat akan pesan perlawanan dan kritik sosial. Salah satu grup musik yang turut mewarnai pergerakan tersebut pada awal dekade 2010-an adalah Ricuh, sebuah unit punk yang membawa artikulasi lugas mengenai keresahan kelas pekerja dan dinamika sosial kemasyarakatan.
Eksistensi Ricuh terekam secara nyata melalui perilisan karya debut mereka pada tahun 2011 berupa Extended Play (EP) dalam format cakram padat (CD) bertajuk "Patungan". Album pendek ini didistribusikan secara mandiri di bawah naungan label rekaman independen lokal, Bukan Record. Melalui atribusi serta ucapan terima kasih yang tertuang dalam sampul fisik albumnya, Ricuh secara eksplisit menunjukkan ikatan solidaritas yang kuat dengan ekosistem musik punk dan underground, tidak hanya di wilayah Medan dan Sumatera, tetapi juga dalam jejaring pergerakan musik independen skala nasional di Indonesia.
Agresi musikal dan artikulasi pesan dari Ricuh dieksekusi dengan solid oleh empat personel inti. Formasi formil dari grup ini terdiri dari:
ambonlamorte (Vokal)
ebox adult (Gitar)
ijas khoky (Bass)
tulankbastard (Drum)
Mengusung etos perlawanan yang identik dengan akar kultur punk, EP "Patungan" memuat materi yang didominasi oleh kritik sosial yang tajam terhadap kebobrokan sistem dan realitas kehidupan sehari-hari. Album ini memuat tujuh komposisi musik dengan tempo cepat dan agresif, meliputi:
politik busuk
makan hati
jangan hanya diam
protes & bertahan
mesin pembunuh
ambil hidupmu
patungan
Ketujuh lagu tersebut merepresentasikan manifesto Ricuh sebagai band yang menolak untuk berdiam diri di tengah ketidakadilan sosial, menggunakan medium musik distorsi sebagai alat untuk memantik kesadaran pendengarnya.
Sebagai bagian dari pengarsipan sejarah pergerakan musik independen Nusantara, jejak rekam Ricuh tetap menjadi catatan yang relevan bagi skena punk Sumatera.