Перейти к содержимому

Rojab Asy’ari: “Saya Malu”, Foto Gibran Diturunkan di Gedung DPRD Kota Sukabumi | SAKSI KATA

tribunjabar video

0:00 / 0:00

Rojab Asy’ari: “Saya Malu”, Foto Gibran Diturunkan di Gedung DPRD Kota Sukabumi | SAKSI KATA

8 379 просмотров · 3 часа назад
tribunjabar video
1,14 млн подписчиков
8 379 просмотров · 3 часа назад
SAKSI KATA — Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi PDI Perjuangan, Rojab Asy'ari, mengambil sikap politik setelah Mahkamah Konstitusi (MK) membacakan putusan terkait perkara syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Rojab memilih untuk sementara menurunkan foto Gibran yang sebelumnya terpampang di ruang kerjanya sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi. Rojab menyebut keputusan tersebut merupakan sikap politik pribadinya setelah mencermati fakta persidangan dalam Putusan MK Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026. Menurut Rojab, dalam fakta persidangan disebutkan tidak ditemukan bukti meyakinkan bahwa Gibran memiliki ijazah, sertifikat, atau diploma dari luar negeri yang dapat dijadikan dasar penyetaraan pendidikan setara SMA atau sederajat. Namun, MK menyatakan permohonan para pemohon tidak dapat diterima karena persoalan kedudukan hukum. MK juga menyatakan tidak dapat membatalkan atau mendiskualifikasi Gibran dari jabatannya sebagai Wakil Presiden. Rojab mengatakan foto Gibran untuk sementara diturunkan dan dititipkan kepada Sekretariat DPRD Kota Sukabumi. Sementara itu, foto Presiden Prabowo Subianto tetap dipasang di ruang kerja Rojab. Rojab juga menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan sikap pribadinya dan belum mengetahui apakah akan diikuti anggota DPRD atau fraksi lainnya. Dalam keterangannya, Rojab turut menyinggung kemungkinan impeachment Gibran. Menurutnya, persoalan tersebut menjadi kewenangan DPR RI dan lembaga yang memiliki kewenangan sesuai ketentuan hukum. Simak kesaksian dan penjelasan lengkap Rojab Asy'ari hanya di SAKSI KATA. Program: Saksi Kata Reporter: Dian Herdiansyah Video Editor: Dicky Oktober #SaksiKata #Gibran #MK #MahkamahKonstitusi #Sukabumi #DPRD #PDIP #Prabowo #PolitikIndonesia