Lagi polemikus kurang kerjaan, menyamar sebagai peserta katekumen dan berekting mengantuk.
KEBENARAN MEMERDEKAKANMU
0:00 / 0:00
Lagi polemikus kurang kerjaan, menyamar sebagai peserta katekumen dan berekting mengantuk.
499 просмотров · 2 дня назад
KEBENARAN MEMERDEKAKANMU
2,06 тыс. подписчиков
499 просмотров · 2 дня назад
Menurut ajaran Gereja Katolik, Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus bukanlah manusia, melainkan satu Allah yang esa dalam tiga Pribadi ilahi (Tritunggal Mahakudus), di mana hanya Allah Putra (Yesus Kristus) yang kemudian mengambil kodrat manusia melalui inkarnasi.
Berikut adalah penjelasan resmi Gereja Katolik beserta jawaban atas ayat-ayat yang Anda sebutkan:
1. Apakah Ketiganya Manusia?
Allah Bapa dan Allah Roh Kudus: Murni adalah Roh ilahi. Mereka tidak pernah menjelma menjadi manusia atau memiliki tubuh fisik manusia.
Allah Putra (Yesus Kristus): Pada hakikatnya adalah Allah sejati. Namun, dalam peristiwa inkarnasi, Ia sungguh-sungguh menjadi manusia (Yesus dari Nazaret) dengan mengenakan daging dan darah manusia, tanpa kehilangan keilahian-Nya. Yesus memiliki dua kodrat sekaligus: kodrat ilahi sejati dan kodrat insani (manusia) sejati (dwi-kodrat).
2. Penjelasan Ayat-Ayat Alkitab
Yohanes 4:23 ("Tetapi saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian"):
Penjelasan: Ayat ini menegaskan bahwa Allah Bapa adalah Roh. Karena Allah adalah Roh (bukan makhluk jasmani atau manusia fana), maka Ia tidak disembah melalui tempat atau bentuk fisik tertentu, melainkan harus disembah secara rohani, yakni dalam roh dan kebenaran melalui perantaraan Putranya.
Kolose 1:15 ("Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan"):
Penjelasan: Kata "Ia" di sini merujuk kepada Yesus Kristus (Allah Putra). Sebagai Allah, Ia tidak kelihatan. Namun, Ia menjadi "gambar" yang kelihatan melalui penampakan-Nya sebagai manusia (inkarnasi). Kata "yang sulung" bukan berarti Yesus adalah makhluk ciptaan pertama, melainkan gelar kehormatan Yahudi yang menyatakan keutamaan, kekuasaan, dan hak kesulungan-Nya atas seluruh ciptaan (sebagaimana ditegaskan di ayat berikutnya, Kolose 1:16, bahwa segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia).
Filipi 2:6 ("yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan"):
Penjelasan: Ayat ini menyatakan pra-eksistensi dan keilahian Kristus. Sebelum menjadi manusia, Yesus sudah berada dalam rupa Allah dan setara dengan Allah. Namun, Ia merendahkan diri-Nya sendiri dengan mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia (inkarnasi). Keilahian-Nya tidak hilang, tetapi Ia merelakan kemuliaan surgawi-Nya demi menebus umat manusia.