Перейти к содержимому

Kasus Perundungan Siswa SD Berujung Maut, DPR Ungkap Kejanggalan soal Jumlah Pelaku

KOMPASTV LAMPUNG

0:00 / 0:00

Kasus Perundungan Siswa SD Berujung Maut, DPR Ungkap Kejanggalan soal Jumlah Pelaku

734 просмотра · 9 ч назад
KOMPASTV LAMPUNG
951 тыс. подписчиков
734 просмотра · 9 ч назад
KOMPAS.TV - DPR menyoroti kejanggalan dalam kasus dugaan perundungan yang berujung meninggalnya seorang siswa di Pemalang, Jawa Tengah. Anggota DPR Fraksi Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, bilang salah satu kejanggalan adalah perbedaan informasi soal terduga pelaku. Almarhum sempat menyebut pelaku tiga orang, sedangkan pemda dan polisi menyebut dua orang. Doli menduga ada upaya menutupi kasus ini. Ia juga menyoroti kepala sekolah yang dinonaktifkan ternyata hanya dipindahkan ke sekolah lain. Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR, Maria Yohana Esti Wijayanti, usai mengunjungi rumah korban di Pemalang, mendorong kasus ini diusut seterang-terangnya. Ia mendesak penguatan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional untuk melindungi siswa di lingkungan sekolah. Polres Pemalang telah menetapkan dua siswa sebagai anak yang berhadapan dengan hukum terkait kasus perundungan berujung maut. Polisi juga menyebut keduanya bukan anak polisi. Kasus perundungan terungkap setelah seorang siswa berusia 7 tahun di Pemalang meninggal dunia pada 30 September. Sebelum kematiannya, korban mengaku dipukuli oleh tiga kakak kelasnya. Dugaan itu diperkuat oleh siswa lain yang berada di lokasi. Untuk membahas kasus dugaan perundungan yang berujung kematian siswa di Pemalang, sudah bersama kami Wakil Ketua Komisi X DPR Fraksi PDI Perjuangan, Maria Yohana Esti Wijayati. Content Creator: Shinta Millenia #dpr #bullying #perundungan #siswa Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini dan terlengkap, yuk subscribe channel YouTube Kompas TV Lampung! Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari Kompas TV. Sahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: https://www.kompas.tv.