Перейти к содержимому

Tinggi Hati, Menolak Nasehat, Sombong, Hancur (22:41-43) + 'Umdatul Ahkam Bagian 13 Hadits Ke 243

TUNTUN@N

0:00 / 0:00

Tinggi Hati, Menolak Nasehat, Sombong, Hancur (22:41-43) + 'Umdatul Ahkam Bagian 13 Hadits Ke 243

820 просмотров · Трансляция закончилась 5 дней назад
TUNTUN@N
1,81 тыс. подписчиков
820 просмотров · Трансляция закончилась 5 дней назад
Allah menyebutkan sifat orang-orang yang mendapat kekuasaan di muka bumi. Mereka bukan sekadar memerintah, tetapi menegakkan shalat, menunaikan zakat, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar. Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat ini berbicara tentang umat Islam yang diberi amanah kepemimpinan. Tujuan utama kekuasaan dalam Islam bukan mengumpulkan harta atau mengejar nama, melainkan menegakkan agama Allah dan memperbaiki kehidupan manusia. Shalat menjadi tiang yang mengikat hati kepada Sang Pencipta agar pemimpin tidak zalim. Zakat membersihkan jiwa dan harta, sekaligus mengangkat fakir miskin. Amar ma’ruf nahyi munkar menjaga masyarakat dari kerusakan. Ketika tiga hal ini hidup, maka negeri akan damai. Selanjutnya Allah mengingatkan bahwa jika mereka mendustakanmu, wahai Muhammad, maka umat-umat sebelum mereka juga mendustakan rasul mereka. Kaum Nuh, Ad, Tsamud, kaum Ibrahim, kaum Luth, dan penduduk Madyan semuanya menolak kebenaran. Akibatnya Allah menghancurkan mereka secara bertahap. Banyak negeri yang kini kosong, sumur-sumur terbengkalai, istana-istana megah telah runtuh. Pelajaran besarnya jelas. Kekuasaan hanyalah titipan. Bila digunakan untuk menegakkan keadilan dan agama, Allah akan menolong. Bila digunakan untuk kesombongan dan kemaksiatan, maka kehancuran tinggal menunggu waktu. Sejarah adalah saksi.