Cerita di Balik Kopi Rengganis
Lembaga ARuPA
0:00 / 0:00
Cerita di Balik Kopi Rengganis
267 просмотров · 7 дней назад
Lembaga ARuPA
143 подписчика
267 просмотров · 7 дней назад
Kopi Rengganis tumbuh di kawasan Perhutanan Sosial seluas 1.031 hektare yang dikelola masyarakat melalui KTH Rengganis dengan pola agroforestri.
Petani tidak menanam kopi sebagai tanaman tunggal tetapi juga menanam durian, alpukat, pisang, petai, manggis, serta berbagai tanaman sela. Pola ini tidak hanya menghasilkan beragam sumber penghidupan bagi petani, tetapi juga mendukung kondisi ekologis lahan. Kopi membutuhkan naungan untuk tumbuh dan berkembang dengan baik, sehingga keberadaan jenis lain membantu menciptakan tutupan dan kondisi mikro yang sesuai bagi tanaman kopi.
Tutupan vegetasi tersebut menjaga kondisi tanah, mengurangi paparan langsung terhadap panas dan hujan, serta mendukung keberadaan berbagai organisme di dalam ekosistem. Dengan demikian, agroforestri tidak hanya menjadi pilihan budidaya, tetapi juga bagian dari cara masyarakat mengelola lahan Perhutanan Sosial dengan mempertimbangkan kebutuhan tanaman dan kondisi lingkungannya.
Dari sisi ekonomi, keberagaman tanaman menjadi jaring pengaman bagi petani. Setiap tanaman memiliki waktu panen yang berbeda. Ketika hasil kopi menghadapi kendala akibat cuaca atau kondisi lainnya, durian, alpukat, petai, manggis, maupun tanaman lainnya dapat tetap menjadi sumber hasil bagi petani.
Namun, hingga saat ini, pengembangan usaha Kopi Rengganis masih menghadapi sejumlah tantangan, baik di tingkat budidaya, pascapanen, dan pemasaran.
#KopiRengganis
#robustacoffee
#jember
#perhutanansosial
#ARuPA