HAKIKAT IHSAN: BERIBADAH TANPA PAMRIH, MENGABDI TANPA INGIN DIPUJI | KAJIAN KITAB TAJUL ARUS
Tunggal Roso
0:00 / 0:00
HAKIKAT IHSAN: BERIBADAH TANPA PAMRIH, MENGABDI TANPA INGIN DIPUJI | KAJIAN KITAB TAJUL ARUS
12 просмотров · 1 дн. назад
Tunggal Roso
708 подписчиков
12 просмотров · 1 дн. назад
Pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri, untuk siapa sebenarnya kita beribadah? Apakah benar-benar karena Allah, atau diam-diam masih mengharapkan pujian, penghormatan, dan pengakuan dari sesama manusia?
Dalam kajian Kitab Tajul Arus bab Mitsalul Ihsan, kita diajak untuk menyelami lebih dalam makna kebaikan dan penghambaan kepada Allah. Sebab, tidak semua amal yang tampak indah di mata manusia lahir dari hati yang benar-benar ikhlas.
Ada orang yang rajin beribadah, tetapi masih ingin dipandang saleh. Ada yang gemar berbuat baik, tetapi hatinya terluka ketika kebaikannya tidak dihargai. Bahkan, ada kalanya kita lebih sibuk menjaga penilaian manusia daripada memperbaiki hubungan kita dengan Allah.
Padahal, hakikat penghambaan bukanlah tentang seberapa banyak manusia memuji kita, melainkan seberapa tulus kita mengabdi kepada-Nya, meskipun tidak ada seorang pun yang mengetahui amal kita.
Ihsan bukan sekadar memperindah perbuatan, tetapi juga menyucikan niat dan menghadirkan kesadaran bahwa Allah senantiasa mengetahui keadaan kita.
Mari kita belajar menata hati, membersihkan niat, dan melepaskan diri dari keinginan untuk selalu dipandang baik oleh manusia. Sebab, ketika hati mulai mengenal keikhlasan, beribadah bukan lagi tentang mencari pengakuan, melainkan tentang memenuhi kerinduan seorang hamba untuk mendekat kepada Tuhannya.
#viral
#viralvideo
#viralvideos
#tranding
#ngaji
#tasawuf
#nusantara
#banyuwangi