Перейти к содержимому

Kenapa Bahasa Indonesia, Bukan Bahasa Jawa? (10 Menit)

Pecimata

0:00 / 0:00

Kenapa Bahasa Indonesia, Bukan Bahasa Jawa? (10 Menit)

1 179 просмотров · 13 дней назад
Pecimata
77 подписчиков
1 179 просмотров · 13 дней назад
Lebih dari separuh orang Indonesia tinggal di Pulau Jawa. Tahun 1930 pun, orang Jawa sudah hampir separuh penduduk. Tapi bahasa nasional kita justru lahir dari bahasa Melayu, yang penutur aslinya cuma sekitar 1,6 persen. Kenapa bukan bahasa Jawa? Di video ini: Peta kepadatan penduduk 2025: kenapa Jawa "menyala" (BPS) Melayu, bahasa para pedagang: Prasasti Kedukan Bukit (682) sampai daftar kata Pigafetta di Maluku (1521) Tingkat tutur bahasa Jawa: ngoko, krama, krama inggil Mesin cetak: ejaan van Ophuijsen, Balai Pustaka, dan koran Medan Prijaji Debat Yamin dan Tabrani di Kongres Pemuda 1926 Secarik kertas di Kongres Pemuda II 1928: "menjunjung", bukan "mengaku" Kongres Bahasa 1938 di Solo, pendudukan Jepang, dan UUD 1945 Pasal 36 Pelajaran dari India 1965, dan nasib bahasa daerah hari ini 0:00 Pembuka: peta kepadatan penduduk 1:10 Bab 1: Bahasa Para Pedagang 2:39 Bab 2: Bahasa yang Punya Tangga 3:46 Bab 3: Ketika Melayu Dicetak 5:06 Bab 4: Debat 1926 6:11 Bab 5: Secarik Kertas 1928 7:32 Bab 6: Dari Kongres ke Seluruh Negeri 8:34 Bab 7: Jalan yang Tidak Diambil Kalau kamu suka cerita sejarah seperti ini, subscribe Peci Mata. Bahasa daerahmu masih dipakai di rumah? Tulis di komentar. Sumber: BPS (SUPAS 2025; kepadatan per provinsi 2025), Volkstelling 1930 (via dokumen PBB A/323), BPS SP2010, BPS Long Form SP2020 (via GoodStats), catatan M. Tabrani, laporan Ch. O. van der Plas (1928), Badan Bahasa (Kongres Bahasa I 1938), UUD 1945 Pasal 36, angka resmi kerusuhan Madras 1965. #BahasaIndonesia #SumpahPemuda #SejarahIndonesia #BahasaJawa #PeciMata