Перейти к содержимому

Teguh AMPB Ungkap Gelagat Melva Pardede yang Picu Rusuh sebelum Demo Sudah Ngatur ngatur di Posko

Tribunnews

0:00 / 0:00

Teguh AMPB Ungkap Gelagat Melva Pardede yang Picu Rusuh sebelum Demo Sudah Ngatur ngatur di Posko

86 607 просмотров · 9 часов назад
Tribunnews
15,6 млн подписчиков
86 607 просмотров · 9 часов назад
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-VIDEO.COM - Teguh Istiyanto dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) mengungkap pengakuannya soal sosok Melva Pardede, perempuan berjaket ojol yang marah dan menantang AMPB. Teguh menyebut, dirinya sudah melihat gelagat Melva sebelum aksi AMPB digelar di Gedung DPR RI pada Kamis (27/8/2026). Menurut Teguh, Melva beberapa kali mendatangi posko dan dinilai terlalu banyak mengatur. "Kalau saya amati dari kemarin, itu memang saya amati karena selalu mendekati posko dan selalu ngatur-ngatur," tegas Teguh. Meski demikian, Teguh mengaku memilih diam agar tidak terjadi perselisihan. "Tapi supaya tidak terjadi perselisihan saya diam saja. Karena saya pendatang di sana, mungkin dia sebagai orang tua, dia terlalu ngatur," tambahnya. Teguh kemudian menceritakan salah satu kejadian yang menurutnya menunjukkan sikap Melva saat berada di posko. Saat itu, ada bantuan berupa jeruk dalam jumlah banyak yang dikirim untuk masyarakat. "Untuk bantuan jeruk yang keranjangnya gede itu, itu kan saya, ini untuk rakyat. Dari rakyat untuk rakyat, silakan ambil," kata Teguh. Namun, menurut Teguh, Melva justru meminta keranjang jeruk tersebut dimasukkan ke dalam posko. Padahal, Teguh menyebut kondisi posko cukup sempit. "Ini ditaruh di luar pokok posko, karena sempit. Kemudian dia memaksa dimasukkan. Kemudian saya keluarkan," paparnya. Teguh mengatakan, persoalan kembali muncul ketika ada warga yang hendak mengambil bantuan tersebut. Ia menyebut Melva justru melarang warga mengambil logistik. "Padahal saya bilang, ini silakan ambil semua. Ambil, ambil, jangan takut. Ini bukan untuk Pati. Ini dari rakyat untuk rakyat," kata Teguh. "Silakan ambil seperlunya, tapi dia melarang-larang. Selalu melarang. 'Jangan ambil, jangan ambil, tidak berhak,'" tegasnya. Teguh mengaku tidak mengetahui nama perempuan tersebut saat kejadian berlangsung. Namun, ia memilih tidak meladeni sikap Melva Pardede demi menjaga suasana tetap kondusif. "Saya diam saja. Saya nyuruh yang lain, kalau begitu silakan ambil," ungkap Teguh. "Aku tidak mau ada benturan. Saya menjaga ada benturan antarwarga," lanjutnya. Teguh khawatir jika terjadi cekcok di posko, justru akan menimbulkan kesan bahwa massa AMPB tidak kompak. "Jangan-jangan nanti marah, malah bikin publik di posko, malah kita dikatakan tidak kompak. Saya menjaga, Pak," ujarnya. Pengakuan Teguh tersebut disampaikan setelah Melva Pardede sebelumnya mengungkapkan kekecewaannya terhadap massa AMPB usai aksi di Gedung DPR RI. Melva bahkan meminta massa AMPB agar tidak kembali datang ke Jakarta. Menanggapi hal itu, Teguh mengakui AMPB bisa menerima kritik. Namun, ia menilai larangan untuk datang ke Jakarta merupakan pernyataan yang tidak bijak. Pasalnya semua orang punya hak yang sama untuk datang ke Jakarta. "Satu, kecewa. Kami sadar diri, kami akui, enggak apa-apa. Kami malu," ungkap Teguh. "Tapi kalau ada kalimat lagi, 'jangan datang lagi ke Jakarta', itu kalimat yang tidak bijak. Semua orang boleh datang ke Jakarta," tegasnya. (Tribun-Video.com) Program: Tribunnews Update Host: Nila Irda Editor Video: Daniel Dwi Y Uploader: Tri Hantoro