Перейти к содержимому

Jangan Salahkan Aku Memilih Pergi—part 3—Senja Bercerita

Senja Bercerita

0:00 / 0:00

Jangan Salahkan Aku Memilih Pergi—part 3—Senja Bercerita

13 117 просмотров · 5 дн. назад
Senja Bercerita
2,43 тыс. подписчиков
13 117 просмотров · 5 дн. назад
Bahkan, dalam satu minggu terakhir, Catlin sudah beberapa kali menginap. Alasannya selalu klasik dan mudah ditebak: kemalaman sehabis menemani Reno membuat tugas proyek sekolah, atau Reno yang menangis histeris tidak mau ditinggal. Tentu saja, Reno selalu menjadi tameng andalannya. Mas Arya menyuruhnya tidur di kamar tamu, namun mereka sering kali menghabiskan waktu bertiga di ruang TV hingga larut malam, menonton film sambil berpelukan layaknya sebuah keluarga yang utuh, mengabaikan eksistensiku yang hanya berjarak beberapa meter dari mereka di dalam kamar utama yang dingin. Aku menyaksikan semua sirkus menjijikkan itu dari pinggir arena dengan hati yang sudah benar-benar mati rasa. Tidak ada lagi cemburu. Tidak ada lagi rasa memiliki. Yang tersisa hanyalah rasa jijik dan keinginan yang kuat untuk segera menghirup udara bebas. Pagi itu, di meja makan yang hanya diisi olehku dan Mas Arya—karena Catlin dan Reno masih tertidur lelap setelah maraton film semalam—aku menyesap teh hangatku dengan sangat tenang. Mas Arya yang sedang mengoleskan selai ke atas rotinya sesekali mencuri pandang ke arahku. Mungkin ia merasa aneh melihatku yang tak lagi meledak-ledak marah melihat mantan istrinya tidur di rumah ini. Aku meletakkan cangkir tehku. Menatap lurus ke dalam manik mata laki-laki yang sebentar lagi hanya akan menjadi bagian dari masa lalu kelamku itu. "Mas Arya," panggilku dengan nada suara yang sangat stabil, tanpa getaran, tanpa emosi. "Apa?" sahutnya tanpa menoleh, masih sibuk dengan sarapannya. "Ayo kita bercerai baik-baik." Gerakan tangan Mas Arya seketika terhenti. Pisau selai di tangannya nyaris terjatuh ke atas piring. Ia mengangkat wajahnya dengan cepat, menatapku dengan raut ketidakpercayaan yang amat sangat. "Agar kamu bisa kembali kepada mantan istrimu," lanjutku, menyunggingkan sebuah senyum tipis yang sarat akan kelegaan. "Dan kali ini, tolong jangan menolak. Rumah ini sudah terlalu sempit untuk kita berempat." Bersambung... 🍂🍂🍂 Terima kasih sudah membaca cerita ini, tunggu part selanjutnya ya.... ❤❤❤ Jangan lupa like dan subscribe channel ini supaya aku makin semangat bikin cerita selanjutnya, ya.... Terimakasih❤️ #cerita #novel #pov #sedih #viral #viralvideo