Перейти к содержимому

Surat Terbuka 150 Guru Besar RI untuk Gibran: Jika Kesatria & Berjiwa Besar Segera Mengundurkan Diri

Tribunnews

0:00 / 0:00

Surat Terbuka 150 Guru Besar RI untuk Gibran: Jika Kesatria & Berjiwa Besar Segera Mengundurkan Diri

176 107 просмотров · 15 ч назад
Tribunnews
15,7 млн подписчиков
176 107 просмотров · 15 ч назад
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-VIDEO.COM - Forum Guru Besar Indonesia melayangkan surat terbuka kepada Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka. Surat tersebut berisi keprihatinan terkait konstitusi, etika bernegara, dan legitimasi kepemimpinan nasional. Bertajuk “Menjaga Marwah Konstitusi, Etika Bernegara, dan Legitimasi Kepemimpinan Nasional”, surat terbuka itu tertanggal Senin (19/10/2026). Dokumen tersebut diunggah oleh pakar militer sekaligus salah satu inisiator surat terbuka, Prof. Connie Rahakundini Bakrie, melalui akun Instagram @connierahakundinibakrie pada Senin (19/10/2026). Dalam unggahannya, Connie menegaskan bahwa akademisi memiliki tanggung jawab moral untuk mengingatkan pentingnya integritas, etika bernegara, transparansi, dan akuntabilitas dalam kepemimpinan nasional. Dalam surat tersebut, Forum Guru Besar Indonesia menyampaikan keprihatinan menyusul putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait persoalan ijazah Gibran. Forum menilai, putusan MK tersebut belum menuntaskan persoalan mengenai keabsahan dokumen pendidikan luar negeri yang menjadi sorotan publik. Persoalan itu, menurut forum, tidak semata-mata berkaitan dengan aspek hukum formal. Namun, juga menyangkut integritas, kejujuran, kepatutan, dan keteladanan pejabat publik. Forum Guru Besar Indonesia kemudian menguraikan tiga pokok keprihatinan. Pertama, persyaratan pendidikan sebagai bagian dari ketentuan administratif perlu dilihat dalam kaitannya dengan kepatutan, kejujuran, dan keteladanan pejabat publik. Kedua, polemik tersebut dikhawatirkan memengaruhi penanaman nilai integritas akademik, kerja keras, kejujuran, dan kepatuhan terhadap hukum. Persoalan itu juga dinilai berpotensi menimbulkan pertanyaan di kalangan generasi muda mengenai pentingnya proses pendidikan. Ketiga, forum menyoroti potensi dampak persoalan legitimasi moral terhadap kredibilitas pemerintah, baik di dalam negeri maupun dalam hubungan internasional. Menurut mereka, Indonesia membutuhkan kepemimpinan yang solid, berintegritas, serta berfokus pada keadilan dan kesejahteraan rakyat. Salah satu poin utama dalam surat terbuka tersebut adalah desakan agar Gibran mengambil langkah kesatria dengan mengundurkan diri dari jabatan Wakil Presiden RI. Forum menyatakan, seruan tersebut disampaikan demi menjaga marwah lembaga kepresidenan, memulihkan etika kehidupan berbangsa, serta menjaga keselamatan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pengunduran diri secara sukarela itu, menurut forum, bukan dimaksudkan untuk mengecilkan arti keberadaan Gibran. Sebaliknya, langkah tersebut dipandang sebagai bentuk pengorbanan politik demi menjaga marwah konstitusi dan etika bernegara. Forum juga menyampaikan apresiasi atas pengabdian Gibran selama menjabat dan berharap keputusan yang diambil dapat memberikan manfaat bagi bangsa dan negara. Selain ditujukan kepada Gibran, surat terbuka tersebut turut ditembuskan kepada Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Forum meminta Prabowo memandang persoalan tersebut bukan sekadar dinamika politik, melainkan juga ujian komitmen dalam menjaga integritas di lingkungan pemerintahan. Surat terbuka itu ditutup dengan harapan agar kepentingan bangsa dan negara ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun golongan. Setidaknya 150 guru besar disebut turut membubuhkan tanda tangan dalam surat terbuka tersebut. (Tribun-Video.com) Baca Selengkapnya: https://wow.tribunnews.com/news/40885... Program: Tribunnews Update Host: Nila Irda Editor Video: Dedhi Ajib Ramadhani Uploader: Ghozi Luthfi