Перейти к содержимому

ADZAN DAN IQOMAH

Mohamad Ghufron Al Beij

0:00 / 0:00

ADZAN DAN IQOMAH

22 просмотра · 3 дн. назад
Mohamad Ghufron Al Beij
2 подписчика
22 просмотра · 3 дн. назад
"Adzan dan iqamah" DiRiwayatkan Dari sahabat Malik bin al-Huwairits radhiyallahu 'anhu, Rasulullah SAW. bersabda: إِذَا حَضَرَتِ الصَّلَاةُ فَلْيُؤَذِّنْ لَكُمْ أَحَدُكُمْ وَلْيَؤُمَّكُمْ أَكْبَرُكُمْ “Apabila waktu salat telah tiba, maka hendaklah salah seorang di antara kalian mengumandangkan adzan untuk kalian, dan hendaklah yang paling tua di antara kalian mengimami kalian.” (HR. Bukhari dan Muslim) . Hadits ini juga berlaku umum, termasuk ketika sedang dalam perjalanan (safar). Disunahkan Bagi laki-laki mengumandangkan adzan dan iqamah untuk shalat fardhu, meskipun di sekitar tempat tersebut sudah ada orang lain yang mengumandangkannya. Adapun Bagi perempuan: Disunnahkan iqamah saja (tanpa suara adzan). Dan Bagi yang mendengarkan Disunnahkan untuk menjawab lafaz adzan dan iqamah yang didengar, bahkan bagi orang yang sedang membaca Al-Qur'an atau berwudhu sekalipun. Cara Menjawab Adzan Menirukan Lafaz Muadzin: Pendengar disunnahkan mengucapkan kalimat yang persis diucapkan oleh muadzin, kecuali pada bagian tertentu. Saat Hayya 'alash-shalah dan Hayya 'alal-falah: Dijawab dengan kalimat Laa hawla wa laa quwwata illa billahil 'aliyyil 'azhiim (Tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung). Atau dalam riwayat lain ketika mendengar lafal Hayya ‘alal falah, Rasulullah menjawab أللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الصَّالِحِينَ “Ya Allah, semoga Engkau jadikan kami termasuk orang-orang beruntung” pada adzan Shubuh muadzin menambahkan bacaan tatswib : اَلصَّلاَةُ خَيْرٌ مِنَ النَّوْمِ “(Shalat lebih baik dari pada tidur). Maka Ucapkanlah صَدَقْتَ وَبَرَرْتَ “Shadaqta wa bararta.” (Engkau benar dan engkau telah berbuat kebajikan) atau lengkapnya: صَدَقْتَ وَبَرَرْتَ وَأَنَا عَلَى ذلِكَ مِنَ الشَّاهِدِينَEngkau benar dan membawa kebaikan, dan aku termasuk orang yang menyaksikannya. Cara menjawab iqomah: Cara menjawab iqamah adalah dengan menirukan ucapan muazin (sama seperti menjawab adzan), kecuali pada kalimat "Qad qaamatish-shalaah" yang dijawab dengan (أَقَامَهَا اللهُ وَأَدَامَهَا), "Semoga Allah senantiasa menegakkan (shalat dan melanggengkannya.” (HR. Abu Dawud) Atau lengkapnya sebagai berikut : ‎أَقَامَهَا اللّٰهُ وَأَدَامَهَا وَجَعَلَنِيْ مِنْ صَالِحِيْ أَهْلِهَا "Semoga Allah mendirikan shalat itu dengan kekarnya, dan semoga Allah menjadikan aku ini, dari golongan orang yang sebaikbaiknya ahli shalat" Doa Setelah Adzan Berdasarkan anjuran Rasulullah SAW, sebagai berikut:   اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ اِنَكَ لاَ تُخْلِفُ اْلمِيْعَاد   “Ya Allah, Tuhan yang memiliki panggilan ini, yang sempurna dan memiliki sholat yang didirikan. Berilah Nabi Muhammad wasilah dan keutamaan, serta kemuliaan dan derajat yang tinggi, dan angkatlah dia ke tempat yang terpuji sebagaimana yang Engkau telah janjikan.” Tentu masih banyak riwayat2lain yg berkaitan dg adzan dan iqomah. "Wallohu A'lam"