Pagelaran Wayang Kulit Ki Aryo Pranowo “Lahire Wisang Geni” Digelar di Kelurahan Candi Semarang
Danar Food
0:00 / 0:00
Pagelaran Wayang Kulit Ki Aryo Pranowo “Lahire Wisang Geni” Digelar di Kelurahan Candi Semarang
504 просмотра · 6 дней назад
Danar Food
860 подписчиков
504 просмотра · 6 дней назад
SEMARANG - Kelurahan Candi, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, menggelar Gelar Budaya Kelurahan Candi dengan pertunjukan wayang kulit lakon “Lahire Wisang Geni” oleh dalang Ki Aryo Pranowo pada Sabtu, 5 September 2026, mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai di Halaman Palupi Sejati, RW 3, Candi. Pagelaran ini menjadi bagian dari upaya melestarikan seni dan budaya tradisional Jawa sekaligus menghadirkan hiburan budaya bagi masyarakat melalui pertunjukan wayang kulit secara langsung.
Informasi Pagelaran Wayang Kulit Kelurahan Candi
Gelar Budaya Kelurahan Candi akan menghadirkan pagelaran wayang kulit dengan lakon “Lahire Wisang Geni” yang dibawakan oleh Ki Aryo Pranowo pada Sabtu, 5 September 2026, mulai pukul 19.00 WIB sampai selesai. Pertunjukan budaya ini digelar di Halaman Palupi Sejati, RW 3, Kelurahan Candi, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, Jawa Tengah. Masyarakat Kelurahan Candi dan sekitarnya diharapkan dapat hadir dan meramaikan kegiatan tersebut sebagai upaya melestarikan serta mengenalkan seni pertunjukan dan cerita pewayangan Jawa kepada masyarakat.
Mengenal Lakon “Lahire Wisang Geni”
Lahire Wisang Geni merupakan lakon carangan dalam pewayangan Jawa yang mengisahkan kelahiran Raden Wisanggeni, putra Arjuna dan Dewi Dresanala. Sosoknya dikenal sakti, pemberani, dan tegas dalam melawan ketidakadilan. Kisah ini sarat pesan tentang keberanian, keadilan, pengorbanan, serta pelestarian budaya Jawa.
Awal Konflik Arjuna dan Dewi Dresanala
Konflik Arjuna dan Dewi Dresanala bermula setelah pernikahan mereka di kahyangan. Dewa Srani dan Batari Durga menghasut Batara Guru hingga Arjuna diusir dan Dresanala dipisahkan dari suaminya. Saat mengandung, Dresanala menghadapi ancaman para dewa. Dari konflik inilah kelak lahir Wisanggeni, ksatria sakti pembela keadilan.
Kelahiran Dramatis Wisanggeni
Kelahiran Wisanggeni dalam lakon Lahire Wisang Geni berlangsung dramatis. Lahir sebelum waktunya, ia kemudian dibuang ke Kawah Candradimuka, tetapi justru menjadi semakin sakti. Setelah mendapat perlindungan dan bimbingan Batara Baruna serta Hyang Antaboga, Wisanggeni tumbuh sebagai ksatria pemberani yang melambangkan kekuatan dan kebenaran.
Wisanggeni Menggugat Kahyangan
Wisanggeni Menggugat Kahyangan menjadi puncak lakon Lahire Wisang Geni. Setelah mengetahui penderitaan Arjuna dan Dewi Dresanala, ia datang ke kahyangan untuk menuntut keadilan. Dengan keberanian dan kesaktiannya, Wisanggeni menghadapi para dewa hingga kebenaran diakui. Kisah ini menegaskan pentingnya kejujuran, keberanian, dan keadilan.
Karakter Istimewa Raden Wisanggeni
Raden Wisanggeni merupakan tokoh carangan dalam pewayangan Jawa yang dikenal berani, tegas, dan membela kebenaran. Ia memiliki ciri khas berbicara apa adanya dengan bahasa Jawa ngoko, termasuk kepada tokoh berkedudukan tinggi. Di balik sikap kerasnya, Wisanggeni memiliki hati mulia dan menjunjung tinggi keadilan.
Kesaktian Raden Wisanggeni
Raden Wisanggeni dikenal sebagai tokoh sakti dalam pewayangan Jawa. Ia memiliki racun api dalam tubuh, mampu menyerap kekuatan serangan lawan, serta kebal terhadap berbagai serangan. Kesaktian dan keberaniannya membuat Wisanggeni disegani, terutama saat memperjuangkan kebenaran dan melawan ketidakadilan.
Akhir Kisah Wisanggeni Sebelum Bharatayuda
Dalam tradisi pewayangan Jawa, Raden Wisanggeni tidak ikut Perang Bharatayuda karena kekuatannya dianggap dapat mengganggu keseimbangan alam. Atas strategi Sri Kresna dan kehendak Sang Hyang Wenang, Wisanggeni memilih moksa sebelum perang. Kisah ini menggambarkan pengorbanan, keikhlasan, dan kepentingan bersama.
Ajakan Menyaksikan Pagelaran Budaya Kelurahan Candi
Pagelaran Wayang Kulit “Lahire Wisang Geni” akan digelar di Halaman Palupi Sejati RW 3 Candi, Kelurahan Candi, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, Sabtu, 5 September 2026 mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai. Bagian dari Gelar Budaya Kelurahan Candi, acara ini menghadirkan dalang Ki Aryo Pranowo. Pertunjukan ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati seni pedalangan sekaligus mengenal cerita, filosofi, dan nilai budaya Jawa melalui kisah Wisanggeni. Mari hadir dan dukung pelestarian seni tradisional serta budaya Jawa.
http://www.danarfood.com/
/ danarfood.semarang
/ danarfoodandkeik
/ danarfoods
/ danarfood
#WayangKulit
#LahireWisangGeni
#Wisanggeni
#KiAryoPranowo
#WayangJawa
#PewayanganJawa
#GelarBudaya
#KelurahanCandi
#KecamatanCandisari
#Semarang
#JawaTengah
#BudayaJawa
#SeniTradisional
#WayangKulitSemarang
#PagelaranWayang
#KesenianJawa
#PelestarianBudaya
#BudayaIndonesia
#WisangGeni
#Arjuna
#DewiDresanala
#Bharatayuda
#KawahCandradimuka
#PagelaranBudaya
#WayangSemarang
#DalangJawa
#CeritaWisanggeni
#PagelaranWayangKulit
#WayangKulitJawa
#BudayaSemarang