Sempat Diadang Massa, Pratu Donni Ceritakan Aksi Penurunan Bendera Bulan Bintang di Banda Aceh
Tribunnews
0:00 / 0:00
Sempat Diadang Massa, Pratu Donni Ceritakan Aksi Penurunan Bendera Bulan Bintang di Banda Aceh
4 453 просмотра · 9 ч назад
Tribunnews
15,7 млн подписчиков
4 453 просмотра · 9 ч назад
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Nama Pratu Donni Pinto Harahap menjadi sorotan setelah aksinya menurunkan bendera Bulan Bintang dan kembali mengibarkan Bendera Merah Putih di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh.
Prajurit TNI AD dari Yonarmed 17/RC Kodam Iskandar Muda itu tak menyangka aksinya pada Sabtu (15/8/2026) berujung penghargaan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB).
Peristiwa tersebut terjadi saat peringatan Hari Damai Aceh berakhir ricuh setelah massa menurunkan bendera putih dan menggantinya dengan bendera Bulan Bintang di sejumlah tiang masjid.
Atas keberaniannya, Donni bersama Sertu Irfan Farhan mendapat penghargaan langsung dari Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto di Mabes TNI, Cilangkap, Kamis (20/8/2026).
Donni yang sebelumnya berpangkat Prajurit Dua (Prada) kini naik satu tingkat menjadi Prajurit Satu (Pratu).
Kepada Serambinews.com, Donni menceritakan bahwa saat kejadian dirinya bertugas mengamankan kawasan Masjid Raya Baiturrahman sejak pagi.
Ketika situasi mulai ricuh, Sertu Irfan lebih dahulu mencoba memanjat tiang bendera, tetapi kemudian turun dan meminta rekan lain menggantikannya.
"Saya langsung mengajukan diri, mengajukan diri buat menggantikan Sertu Irfan tersebut," kata Pratu Donni kepada Serambinews.com, Selasa (25/8/2026).
Donni kemudian melepas sepatu dan memanjat tiang bendera, tetapi mendapati bendera dalam kondisi terikat dan digembok.
Ia turun untuk menerima pisau dari Sertu Irfan, lalu kembali memanjat dan memotong tali pengikat hingga bendera Bulan Bintang berhasil diturunkan.
Meski mengaku mendapat perlawanan dari sejumlah massa di bawah, Donni tetap menyelesaikan tugasnya hingga Bendera Merah Putih kembali dikibarkan bersama-sama.
"Perasaan tenang. Lebih tenang. Karena tugas selesai. Bahwa penurunan bendera itu selesai," ujar Donni.
Terbiasa Memanjat Pohon Kelapa
Keberanian Donni memanjat tiang bendera ternyata didukung pengalamannya sejak kecil yang terbiasa memanjat pohon kelapa di kampung halamannya di Padanglawas Utara, Sumatera Utara.
"Saya bisa, percaya diri saja," katanya.
Donni mengaku bukan berasal dari keluarga militer dan memilih menjadi prajurit atas keinginannya sendiri sejak kecil.
Setelah lulus SMA, ia sempat mengikuti tes kuliah di Banda Aceh dengan mengambil jurusan manajemen, tetapi kemudian mencoba seleksi TNI.
Pada 2022, ia gagal dalam seleksi Bintara dan kembali mencoba seleksi Tamtama dua bulan kemudian hingga akhirnya dinyatakan lulus.
Ia menyebut keinginannya menjadi prajurit dilandasi tekad membanggakan orang tua dan mewujudkan cita-cita masa kecil.
Tak Menyangka Mendapat Kenaikan Pangkat
Donni mengaku tidak mengetahui aksinya direkam hingga viral di media sosial dan baru mengetahuinya setelah kembali ke kesatuan.
Beberapa hari kemudian, ia mendapat kabar dari komandan dan rekan-rekannya bahwa dirinya bersama Sertu Irfan akan menerima apresiasi, termasuk KPLB.
Saat itu, Donni sedang menjalankan patroli dan mengaku sangat bahagia menerima kabar tersebut.
"Tidak pernah menyangka sama sekali," ungkap Donni.
Tiga hari setelah menerima informasi itu, Donni berangkat ke Jakarta untuk menerima penghargaan langsung dari Panglima TNI.
Menurut Donni, Panglima TNI berpesan agar dirinya terus bersemangat menjaga negara dan menumbuhkan keberanian.
Pangkat barunya juga langsung disematkan oleh Panglima TNI dalam prosesi penghargaan.
Selain dari Panglima TNI, Donni dan Sertu Irfan mendapat apresiasi dari Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang menerima keduanya di Istana atas instruksi Presiden.
Merah Putih sebagai Pemersatu Bangsa
Donni menegaskan aksinya bukan untuk mencari perhatian, melainkan karena merasa sedih melihat Bendera Merah Putih digantikan oleh bendera lain.
"Yang melambangkan merah keberanian, putih kesucian," kata Donni.
Menurutnya, Merah Putih merupakan simbol pemersatu masyarakat Indonesia dari Sabang hingga Merauke.
"Tidak ada yang bisa menggantikan. Tidak ada yang bisa menjatuhkan bendera Merah Putih," tegasnya.
Donni juga mengajak masyarakat Aceh menjaga keharmonisan dan perdamaian yang telah terpelihara selama 21 tahun.
"Pesan buat masyarakat Aceh tetap jaga keharmonisan, tetap jaga kedamaian. Kita sudah menjaga hari damai ini selama 21 tahun. Kita harus selalu menjaganya," ujar Donni.
Ia berharap perdamaian di Aceh terus terjaga dan tidak kembali terjadi peristiwa yang mengganggu keharmonisan masyarakat. (*)
Program: Saksi Kata
Sumber: Serambinews
Editor: Akmal Khoirul Habib
#PratuDonniPintoHarahap #DonniPintoHarahap #TNIAD #KenaikanPangkatLuarBiasa #BenderaMerahPutih #BenderaBulanBintang #MasjidRayaBaiturrahman #HariDamaiAceh #PanglimaTNI #BeritaAceh