Перейти к содержимому

Di Waktu 'Ku Masih Kecil (Di Doa Ibuku Namaku Disebut) | Kidung Keesaan 605

Kidung Pujian

0:00 / 0:00

Di Waktu 'Ku Masih Kecil (Di Doa Ibuku Namaku Disebut) | Kidung Keesaan 605

2 111 просмотров · 7 дн. назад
Kidung Pujian
19,1 тыс. подписчиков
2 111 просмотров · 7 дн. назад
Sebuah pujian yang selalu berhasil membawa kita kembali pada kenangan manis akan kasih sayang dan doa tulus seorang ibu. Selamat datang di Kidung Pujian Channel! Kali ini kami menghadirkan aransemen terbaru untuk lagu "Di Waktu ‘ku Masih Kecil" atau yang lebih dikenal luas dengan judul "Di Doa Ibuku Namaku Disebut", sebuah kidung favorit Admin, yang pernah dipopulerkan oleh penyanyi cilik Nikita, dan selalu berhasil membuat menitikkan air mata, karena menjadi lagu penghibur saat Admin kehilangan Ibunda tercinta (tahun 1999). [Sejarah & Makna Lagu (Trivia Pengetahuan)] 📖 Kisah di Balik Lagu: Lagu ini aslinya berjudul "My Name in Mother’s Prayer" dan diciptakan pada tahun 1896 oleh Peter Philip Bilhorn (1865–1936), seorang penginjil, penyanyi, dan komposer asal Amerika. Bilhorn juga sangat terkenal dalam sejarah musik gereja sebagai penemu "Bilhorn Folding Organ" (organ lipat kecil) yang sering ia bawa keliling saat melakukan pekabaran Injil bersama penginjil besar seperti Billy Sunday. Di Indonesia, lagu ini dialihbahasakan dengan sangat indah oleh E.L. Pohan Siahaan (1917-1993), seorang tokoh musik gereja yang banyak menerjemahkan kidung-kidung klasik ke dalam bahasa Indonesia. Lagu ini kemudian masuk ke dalam buku Kidung Keesaan nomor 605. ✨ Makna Rohani: Lagu ini menceritakan perjalanan hidup seseorang yang mengenang doa sang ibu sejak ia masih kecil. Doa seorang ibu digambarkan sebagai jangkar yang kuat saat anak menghadapi masa berat, nyaris tersesat, atau memberontak ("tak ingin mendengar teguran Tuhan"). Di bait terakhir, lagu ini memberikan pengharapan iman bahwa kelak sang anak dan ibu akan bertemu kembali di surga untuk memuji Tuhan bersama. [Kredit Lagu] Lagu: Di Waktu ‘ku Masih Kecil (Di Doa Ibuku Namaku Disebut) Buku: Kidung Keesaan No. 605 Syair Asli: My Name in Mother’s Prayer, Peter Philip Bilhorn (1896) Lagu Asli: Peter Philip Bilhorn (1896) Terjemahan: E.L. Pohan Shn (1917-1993) Aransemen Cover: Andhang Habsoro [Lirik Lagu] Bait 1 Di waktu ‘ku masih kecil, gembira dan senang. Tiada duka kukenal, tak kunjung mengerang. Di sore hari nan sepi ibuku bertelut, sujud berdoa aku dengar: namaku disebut. Refrein Di doa ibuku namaku disebut. Di doa ibu kudengar ada namaku disebut. Bait 2 Seringlah ini kukenang di masa yang berat. Di kala hidup mendesak dan nyaris ‘ku sesat, melintas gambar ibuku sewaktu bertelut. Kembali sayup kudengar: namaku disebut. Bait 3 Jalan sendiri ku tempuh, tak ingin mendengar teguran Tuhan yang lembut supaya ‘ku sadar. Tatkala tampaklah jelas hidupku kemelut, doa ibu kudengar: namaku disebut. Bait 4 Sekarang dia t’lah pergi ke rumah yang senang. namun kasihnya padaku selalu kukenang. Kelak di sana kami pun bersama bertelut, memuji Tuhan yang dengar: namaku disebut. --------------------------- Terima kasih sudah mendengarkan. Jika pujian ini memberkati Anda, jangan lupa untuk klik LIKE, berikan komentar, dan SUBSCRIBE Kidung Pujian Channel agar tidak ketinggalan video aransemen lagu rohani lainnya. Tuhan Yesus memberkati!