Dalam Perlindungan Tuhan || Daniel 6:23 || Renungan Harian - Kamis, 03 September 2026
Pdt. Adolf Tasman Nababan, STh
0:00 / 0:00
Dalam Perlindungan Tuhan || Daniel 6:23 || Renungan Harian - Kamis, 03 September 2026
402 просмотра · 6 дней назад
Pdt. Adolf Tasman Nababan, STh
3,34 тыс. подписчиков
402 просмотра · 6 дней назад
RENUNGAN HARIAN
Kamis, 03 September 2026 – Daniel 6:23
“Allahku telah mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut singa-singa itu, sehingga mereka tidak mengapa-apakan aku, karena ternyata aku tak bersalah di hadapan-Nya; tetapi juga terhadap tuanku, ya raja, aku tidak melakukan kejahatan.”
“Disuru Debatangku do surusuruanna na mangkuntam baba ni singa i, asa unang ahu dihahua, ala na lidang ahu jumpang di adopanna; di jolomi pe, ale rajanami, ndang huulahon hajahaton nanggo sada.”
HIDUP ORANG BENAR, JUJUR DAN SETIA DALAM PERLINDUNGAN TUHAN
Saudara/i, sahabatku semua di dalam nama Tuhan Yesus! Gua singa bagi Daniel dan sahabat-sahabatnya yang setia, secara manusiawi menjadi tempat eksekusi fisik, dan bagi kita hal ini bisa saja menjad simbol dari titik tergelap kehidupan, tempat di mana ketidakadilan, jebakan musuh, ketakutan, dan kehancuran seolah siap menghancurkan tanpa ampun. Kita tahu bahwa Daniel dilemparkan ke sana bukan karena kesalahan atau kejahatannya, melainkan justru karena kesetiaannya yang tak bisa ditawar-tawar untuk tetap kommit berdoa dan menyembah Tuhan Allah. Maka kematian adalah hal logis yang tidak bisa lagi ditunda-tunda. Tetapi secara iman, kenyataannya tidak demikian, justru di titik gelak kehidupan itu, di sanalah Tuhan Allah menyatakan kuasa dan kemuliannya. Di tengah pekatnya malam di dalam gua yang penuh ancaman kematian, Daniel tidak panik, tidak mengutuk orang-orang yang menjebaknya, dan tidak meragukan keadilan Allah. Tidak seorang pun di luar gua itu yang tahu bagaimana Daniel bisa bersama-sama dengan singa-singa yang lapar dan buas itu. Hanya kesaksian imannyalah yang dapat menjelaskan keadaannya dan bagaimana singa-singa itu tidak menerkamnya. Daniel mengaku “Allahku telah mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut singa-singa itu, sehingga mereka tidak mengapa-apakan aku. Itu jawabannya ketika pagi tiba dan Raja Darius memanggilnya dengan cemas. Jawaban Daniel melontarkan sebuah kebenaran iman yang sangat kuat: Allah menyertai dan mengatupkan mulut singa-singa itu.
Sahabatku semua! Firman Tuhan ini membawa dua pesan penting untuk kehidupan iman kita sehari-hari: Yang pertama Kisah Daniel mengajarkan pentingnya Integritas dan Ketulusan. Integritas dan ketulusan menjadi perisai Daniel berkata bahwa pertolongan Tuhan datang karena ia "tak bersalah di hadapan-Nya" dan "tidak melakukan kejahatan" terhadap raja. Memang hidup dalam kebenaran tidak menjamin kita bebas dari "penderitaan", tetapi integritas, komitmen dan kesetiaan iman kita tentu akan menjadi pintu masuk anugerah Tuhan dan memastikan bahwa Dia berjalan bersama kita di dalam penderitaan iman itu. Ketika hati kita tulus di hadapan Tuhan dan manusia, ketakutan hilang karena ketenangan ilahi membentengi jiwa kita. Yang kedua: Kuasa Allah Berkuasa Mengatupkan Mulut Bahaya. Dalam pengalaman Daniel, singa-singa itu tetap ada di sana, lapar dan buas, tetapi mulut mereka dikatupkan oleh malaikat Tuhan. Kita diingatkan bahwa Tuhan tidak langsung menghilangkan masalah dalam hidup kita, tetapi tanpa kita ketahui Tuhan berkuasa mengontrol masalah tersebut agar tidak merusak hidup. Sahabatku, apapun bentuk penderitaan "singa buas dan lapar" yang sedang mengancam hidup saudara saat ini, ketidakadilan, fitnahan, konspirasi orang yang membenci, mungkin juga penyakit, krisis keuangan, tekanan pekerjaan, atau mungkin yang lain, tangan Allah berkuasa untuk membungkam setiap daya hancurnya. Ketika kita mempertahankan iman dan integritas, berarti kita sedang memberi ruang bagi Allah untuk menyatakan kuasa-Nya. Percayalah bahwa Dia sanggup mengutus pertolongan-Nya tepat pada waktunya. Amin!
Selamat Beraktivitas!
Tuhan Memberkati.