Перейти к содержимому

KIAI MAROGAN ICON WAKAF PRODUKTIF DI SUMSEL

Cek Jun Channel

0:00 / 0:00

KIAI MAROGAN ICON WAKAF PRODUKTIF DI SUMSEL

212 просмотров · 3 месяца назад
Cek Jun Channel
3,54 тыс. подписчиков
212 просмотров · 3 месяца назад
Kiai Marogan merupakan sosok Ulama Besar, Waliyullah, Sufi, yang sangat terkenal di Palembang hidup di abad 19. Kiai Marogan (bernama lengkap Masagus Haji Abdul Hamid bin Masagus Haji Mahmud) adalah salah satu ulama besar, mubaligh kharismatik, sekaligus pengusaha sukses asal Palembang, Sumatera Selatan, yang hidup pada abad ke-19. Julukan "Kiai Marogan" atau "Ki Marogan" melekat padanya karena basis dakwah, masjid, dan makamnya terletak di kawasan Muara Sungai Ogan, Kertapati, Palembang. Lahir sekitar tahun 1802, beliau wafat pada 31 Oktober 1901 (17 Rajab 1319 H) dalam usia 89 tahun setelah mendedikasikan hidupnya untuk syiar Islam dan kesejahteraan. Profil dan Rekam Jejak RingkasUlama Khotbah & Saudagar Kaya: Selain menguasai ilmu agama yang dalam, beliau dikenal sebagai pengusaha sukses di bidang ekspor kayu unglen. Seluruh kekayaannya ia investasikan untuk membangun masjid, pesantren, dan fasilitas umat.Garis Keturunan: Berdasarkan sejarah lokal, beliau merupakan ulama keturunan bangsawan Palembang yang silsilahnya tersambung Sultan Palembang hingga ke salah satu Wali Songo, yaitu Sunan Giri. Kharisma & Karomah: Masyarakat Palembang sangat menghormati beliau karena keikhlasannya dalam berdakwah. Berbagai cerita tutur rakyat juga mengisahkan karomah (kelebihan) yang dimiliki beliau semasa hidupnya.Warisan Bersejarah: 1. Masjid Ki Marogan : Kiai Marogan mendirikan salah satu masjid tertua dan paling ikonik di Sumatera Selatan, yaitu Masjid Kiai Muara Ogan (awalnya bernama Masjid Jami Kiai Abdul Hamid) pada tahun 1871.Keunikan Arsitektur: Struktur bangunannya memadukan harmoni budaya lokal Palembang, Cina, Eropa, dan India. Menggunakan kayu unglen asli yang sangat kokoh dan bertahan hingga sekarang.Saksi Bisu Sejarah: Pada masa kolonial Hindia Belanda (sekitar tahun 1911), kompleks masjid ini sempat terancam penggusuran akibat proyek perluasan stasiun kereta api Kertapati. Namun, berkat kegigihan zuriat (keturunan) dan nilai wakafnya, sebagian bangunan utama masjid tetap berhasil dipertahankan. 2. Masjid Lawang Kidul : Masjid Lawang Kidul adalah salah satu masjid tertua dan paling bersejarah di Kota Palembang, Sumatra Selatan, yang dibangun pada tahun 1881. Masjid ini didirikan oleh ulama besar Palembang, Kiai Muara Ogan (Mgs. H. Abdul Hamid), dan merupakan kembaran dari Masjid Kiai Marogan yang terletak di Kertapati.Selain sebagai pusat penyiaran Islam di bagian hilir Palembang, masjid ini dulunya juga berfungsi sebagai markas pertahanan para pejuang setempat dalam melawan penjajah Belanda. Destinasi Wisata Religi & Tradisi Haul hingga saat ini, kompleks Masjid Ki Marogan yang bertempat di tepian Sungai Musi telah ditetapkan sebagai cagar budaya dan destinasi wisata religi utama di Kota Palembang.Ziarah Makam: Di samping bangunan masjid, terdapat makam Kiai Marogan beserta keluarga yang tidak pernah sepi dikunjungi oleh para peziarah dari berbagai daerah.Haul Akbar: Setiap tahunnya, masyarakat Palembang menggelar upacara Haul Akbar secara masif untuk memperingati hari wafatnya beliau sekaligus meneladani perjuangannya dalam menyebarkan ajaran Islam. Wakaf Kiai Marogan Wakaf Kiai Marogan merujuk pada gerakan wakaf produktif yang dikelola oleh Lembaga Wakaf Marogan. Berpusat di area bersejarah Masjid Kiai Muara Ogan (Kertapati, Palembang), program ini menghidupkan kembali wakaf produktif peninggalan ulama dan saudagar besar Kiai Marogan abad ke-19.Inisiatif ini berfokus pada pemberdayaan ekonomi umat. Berikut adalah beberapa program dan fasilitas utama dari gerakan Wakaf Kiai Marogan:Kawasan Wisata Religi & Kampung Wakaf Marogan: Merupakan ekosistem wakaf spiritual dan ekonomi di tepian Sungai Musi.Pusat Oleh-Oleh Palembang: Kawasan terpadu yang diresmikan pada 13 Maret 2026, ditujukan untuk memberdayakan UMKM lokal dan menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.Wakaf Produktif Skala Besar: Terdapat berbagai program pembangunan dan pengelolaan aset produktif, seperti pembebasan kebun sawit dan pembangunan fasilitas umum.