Перейти к содержимому

SYAIKH AL-ALBANI AL-MUHADDITS DI MATA PARA ULAMA || Ustadz Ammi Nur Baits dan Prof. Ashim al-Qoryuti

ISLAM ITU SUNNAH

0:00 / 0:00

SYAIKH AL-ALBANI AL-MUHADDITS DI MATA PARA ULAMA || Ustadz Ammi Nur Baits dan Prof. Ashim al-Qoryuti

11 просмотров · 2 недели назад
ISLAM ITU SUNNAH
8 подписчиков
11 просмотров · 2 недели назад
Muhammad Nashiruddin al-Albani (محمد ناصر الدين الألباني) adalah salah satu ulama hadis paling berpengaruh pada abad ke-20. Ia terkenal terutama karena penelitian, takhrij, serta penilaian terhadap sanad dan matan hadis, baik dalam hal **shahih maupun dha'if**. Oxford Bibliographies menyebutnya sebagai salah satu tokoh Salafi paling berpengaruh pada abad ke-20. 1. Nama dan kelahiran Nama lengkap beliau adalah: *محمد ناصر الدين بن نوح نجاتي الألباني* Dikenal dengan kunyah **Abu Abdurrahman**. Beliau lahir di **Shkodër (أشقودرة), Albania**, pada tahun **1914 M / sekitar 1332–1333 H**. Terdapat perbedaan penulisan tahun Hijriah dalam beberapa sumber, tetapi tahun Masehi 1914 disepakati secara luas. Ayahnya, **Nuh Najati al-Albani**, adalah seorang ulama Hanafi yang pernah menuntut ilmu di Istanbul. 2. Hijrah ke Damaskus Ketika masih kecil, al-Albani ikut keluarganya berhijrah dari Albania ke **Damaskus, Suriah**. Di Damaskus inilah beliau tumbuh dan kemudian menjadi seorang ulama hadis. Beliau menyelesaikan pendidikan dasar di Damaskus. Setelah itu, ayahnya memberikan pendidikan agama secara khusus kepadanya, antara lain: Al-Qur'an Tajwid Nahwu Sharaf Balaghah Fikih Hanafi Beliau juga belajar fikih kepada *Syekh Muhammad Sa'id al-Burhani* dan menghadiri majelis **Muhammad Bahjat al-Baytar**. 3. Dari tukang reparasi jam menjadi ahli hadis Salah satu sisi menarik dari kehidupan al-Albani adalah profesinya sebagai **tukang reparasi jam (ساعاتي)**. Beliau mempelajari keterampilan tersebut dari ayahnya dan menjadikannya sebagai sumber penghasilan. Pekerjaan ini justru memberikan beliau cukup waktu untuk membaca dan meneliti kitab-kitab. Sekitar usia 20 tahun, perhatian beliau semakin kuat kepada *ilmu hadis**. Salah satu faktor yang memengaruhinya adalah tulisan-tulisan **Muhammad Rasyid Ridha* dalam majalah *Al-Manar*. Sejak saat itu, hadis menjadi bidang keilmuan yang paling banyak beliau tekuni. 4. Perjalanan keilmuan Al-Albani dikenal memiliki perhatian besar terhadap **takhrij hadis dan penelitian sanad**. Ia banyak menghabiskan waktunya di perpustakaan, khususnya dalam meneliti manuskrip dan kitab-kitab hadis. Di antara aktivitas ilmiahnya adalah: meneliti sanad hadis; membandingkan berbagai jalur periwayatan; menilai perawi; memberikan hukum terhadap hadis; melakukan takhrij hadis; mentahqiq kitab-kitab hadis. Karena aktivitas tersebut, ia kemudian dikenal luas sebagai **muhaddits (ahli hadis)**. 5. Mengajar di Universitas Islam Madinah Pada tahun *1381 H / 1961 M**, al-Albani mengajar di **Universitas Islam Madinah* selama kurang lebih tiga tahun. Ia mengajar dan memberikan kontribusi dalam bidang hadis kepada para mahasiswa. ( Periode Madinah ini menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan ilmiahnya. 7. Karya-karya terkenal Di antara karya al-Albani yang paling terkenal adalah: 1. *سلسلة الأحاديث الصحيحة* Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah 2. *سلسلة الأحاديث الضعيفة والموضوعة* Silsilah al-Ahadits adh-Dha'ifah wal-Maudhu'ah 3. *إرواء الغليل في تخريج أحاديث منار السبيل* Irwa' al-Ghalil fi Takhrij Ahadits Manar as-Sabil 4. *صفة صلاة النبي ﷺ* Shifat Shalat an-Nabi ﷺ 5. *آداب الزفاف في السنة المطهرة* Adab az-Zifaf fis-Sunnah al-Muthahharah 6. *أحكام الجنائز وبدعها* Ahkam al-Jana'iz wa Bida'uha 7. *حجة النبي ﷺ* Hajjat an-Nabi ﷺ 8. *التوسل: أنواعه وأحكامه* At-Tawassul: Anwa'uhu wa Ahkamuhu Beliau juga melakukan tahqiq terhadap sejumlah kitab hadis, seperti *Mishkat al-Mashabih*, *Shahih Ibnu Hibban*, *Sunan Abi Dawud*, dan karya-karya lainnya. ( 8. Penghargaan King Faisal Prize Pada tahun *1999**, al-Albani memperoleh **King Faisal Prize for Islamic Studies* atas kontribusinya dalam penelitian, verifikasi, dan autentikasi hadis. Penghargaan tersebut secara khusus berkaitan dengan kontribusi beliau terhadap studi hadis, termasuk karya *Irwa' al-Ghalil*, *Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah*, dan *Silsilah al-Ahadits adh-Dha'ifah*. (King Faisal Prize 9. Wafat Syaikh al-Albani wafat di **Amman, Yordania**, pada **3 Oktober 1999 M / 22 Jumadal Akhirah 1420 H**, dalam usia sekitar 85 tahun menurut tanggal Masehi kelahirannya. ) Beliau dimakamkan di Amman. 10. Kedudukan al-Albani dalam ilmu hadis Warisan terbesar al-Albani adalah usahanya untuk **meneliti kembali hadis-hadis yang beredar di tengah masyarakat**, kemudian menjelaskan status hadis tersebut berdasarkan penelitian sanad dan sumber-sumber hadis. Karena itu, nama al-Albani sangat sering ditemukan dalam pembahasan:**صحيح الألباني** — hadis yang dinilai sahih oleh al-Albani *ضعيف الألباني* — hadis yang dinilai lemah oleh al-Albani