Kabut di Rimba Jimjiem Balada Sedih & Menyayat Hati
MelodiDistorsi
0:00 / 0:00
Kabut di Rimba Jimjiem Balada Sedih & Menyayat Hati
9 просмотров · 2 нед. назад
MelodiDistorsi
6 подписчиков
9 просмотров · 2 нед. назад
Kabut fajar turun perlahan di punggung bukit
Menyapu dingin tanah yang menyimpan sunyi
Langkah kaki terhenti di batas jalan terjal
Menyisakan jejak yang tak lagi berjejak kembali
Kupiah hitam dan sorban yang teduh di mata
Bicara pelan tentang harapan yang terbentang
Kini angin rimba hanya membawa bisikan doa
Menyusuri lembah tempat napasmu pernah berteduh
Air mata jatuh di heningnya belantara
Dua jiwa terbaring dalam dekapan tanah yang sama
Tiada lagi seruan lembut di tepi malam
Hanya kenangan yang tertinggal dalam diam
Mengalir bersama dinginnya embun yang luruh
Senapan terdiam saat takdir telah mengunci
Iringan setia menutup jalan hingga akhir waktu
Tanah Pidie merengkuh tubuh yang lelah
Menyisakan duka yang basah di pelupuk rindu
Bukan tentang menang atau kalah di medan laga
Namun cinta yang setia menjaga langkah bersama
Hingga napas pamungkas menyatu dengan bumi
Air mata jatuh di heningnya belantara
Dua jiwa terbaring dalam dekapan tanah yang sama
Tiada lagi seruan lembut di tepi malam
Hanya kenangan yang tertinggal dalam diam
Mengalir bersama dinginnya embun yang luruh
Batu nisan di balik bukit yang hijau
Menatap langit yang perlahan meredup
Beristirahatlah dalam damai yang abadi