SEMAKIN MENGENAL AKHIRAT, SEMAKIN BIJAK MENJALANI DUNIA - USTADZ ABU BASSAM OEMAR MITA, LC
Tauhid Istiqomah
0:00 / 0:00
SEMAKIN MENGENAL AKHIRAT, SEMAKIN BIJAK MENJALANI DUNIA - USTADZ ABU BASSAM OEMAR MITA, LC
7 526 просмотров · 8 дн. назад
Tauhid Istiqomah
4,29 тыс. подписчиков
7 526 просмотров · 8 дн. назад
SEMAKIN MENGENAL AKHIRAT, SEMAKIN BIJAK MENJALANI DUNIA - USTADZ ABU BASSAM OEMAR MITA, LC
Pernahkah kita begitu sibuk mengejar kehidupan dunia hingga lupa mempersiapkan kehidupan yang jauh lebih panjang setelah kematian? Kita bekerja keras untuk mendapatkan penghasilan, berusaha memperbaiki keadaan, mengumpulkan harta, dan mengejar berbagai keinginan. Semua itu tidak salah. Namun, yang perlu kita tanyakan kepada diri sendiri adalah: di tengah kesibukan mengejar dunia, masihkah akhirat menjadi tujuan yang kita ingat?
Salah satu ciri orang yang memiliki sifat zuhud adalah kemampuannya menempatkan dunia pada tempat yang semestinya. Ia boleh memiliki harta, bekerja dengan sungguh-sungguh, menikmati rezeki yang halal, dan membangun kehidupan yang baik. Akan tetapi, semua itu tidak membuatnya melupakan Allah, mengabaikan kewajiban, atau mengorbankan akhirat demi kesenangan sementara.
Zuhud bukan berarti harus miskin, meninggalkan pekerjaan, atau menjauhi segala kenikmatan dunia. Zuhud adalah keadaan hati yang tidak diperbudak oleh apa yang dimiliki maupun oleh apa yang belum berhasil didapatkan. Ketika memperoleh rezeki, ia bersyukur. Ketika kehilangan sesuatu, ia bersabar. Ketika melihat orang lain memiliki lebih banyak, ia tidak membiarkan iri menguasai hatinya. Sebab, ia memahami bahwa dunia bukan tempat menetap selamanya.
Menghadirkan kembali akhirat berarti mulai mempertimbangkan kehidupan setelah kematian dalam setiap pilihan kita. Apakah harta yang dikejar diperoleh dengan cara yang halal? Apakah kesibukan sehari-hari membuat kita lalai dari ibadah? Apakah waktu yang diberikan Allah sudah digunakan untuk sesuatu yang bermanfaat? Pertanyaan-pertanyaan ini membantu kita kembali melihat arah kehidupan dengan lebih jernih.
Semoga kajian Ustadz Abu Bassam Oemar Mita, Lc ini menjadi pengingat agar kita tidak sekadar sibuk membangun kehidupan dunia, tetapi juga bersungguh-sungguh menyiapkan bekal akhirat. Karena pada akhirnya, bukan seberapa banyak yang berhasil kita kumpulkan yang menjadi ukuran utama, melainkan bagaimana kita menggunakan kehidupan dan amanah yang telah Allah berikan kepada kita.
#oemarmita #oemarmitasyameela #dakwah oemarmita