Ketika Menantu Presiden Mesir Adalah Agen Mossad - Ashraf Marwan
REVISI
0:00 / 0:00
Ketika Menantu Presiden Mesir Adalah Agen Mossad - Ashraf Marwan
107 320 просмотров · 11 дней назад
REVISI
115 тыс. подписчиков
107 320 просмотров · 11 дней назад
Ashraf Marwan adalah menantu Presiden Mesir Gamal Abdel Nasser, orang kepercayaan Presiden Anwar Sadat — dan menurut Mossad, salah satu agen rahasia paling berharga yang pernah dimiliki Israel. Selama lebih dari 30 tahun ia hidup dengan dua wajah: diplomat terhormat di Kairo, dan mata-mata dengan kode nama "Sang Malaikat" bagi Israel.
Empat belas jam sebelum Perang Yom Kippur 1973 pecah, Marwan memberi peringatan yang bisa saja mengubah jalannya sejarah Timur Tengah. Tapi sampai kematiannya yang misterius di sebuah balkon apartemen London tahun 2007, satu pertanyaan tak pernah terjawab: apakah ia benar-benar mengkhianati Mesir demi Israel, atau justru mengelabui Israel demi negaranya sendiri?
Dalam video ini kita bahas tuntas kisah Ashraf Marwan — dari pernikahannya dengan putri Nasser, perekrutannya oleh Mossad, perannya dalam Perang Yom Kippur, hingga kematian yang tak pernah terpecahkan.
🔔 Subscribe untuk kisah-kisah intelijen dan sejarah dunia lainnya.
👍 Like & komentar pendapatmu: menurutmu Ashraf Marwan pahlawan atau pengkhianat?
#AshrafMarwan #Mossad #AgenRahasia #SejarahDunia #MataMata
MUSIC CREDITS:
All background music in this video is provided by Karl Casey @ White Bat Audio.
Music by Karl Casey @ White Bat Audio
-------------------------------------------------------------------------------------------------
PENGGUNAAN WAJAR (FAIR USE COPYRIGHT DISCLAIMER)
Penafian Hak Cipta berdasarkan Pasal 107 Undang-Undang Hak Cipta tahun 1976 yang memperbolehkan “penggunaan wajar” (fair use) untuk tujuan seperti kritik, komentar, peliputan berita, pengajaran, beasiswa, dan penelitian.
Penggunaan wajar adalah penggunaan yang diizinkan oleh undang-undang hak cipta yang sebaliknya dapat dianggap sebagai pelanggaran.
Penggunaan yang bersifat non-komersial, edukatif, atau pribadi cenderung berpihak pada penggunaan wajar.
1. Video ini tidak berdampak negatif terhadap karya asli.
2. Video ini dibuat untuk berbagi informasi sejarah dan berita.
3. Video ini tidak bersifat transformatif secara alamiah.