Перейти к содержимому

GILA !! "JUAL TITIK" MBG TERBONGKAR !! 600 "DAPUR FIKTIF" DIAMANKAN. BGN LAKUKAN PEMBENAHAN

PARBELLAK channel

0:00 / 0:00

GILA !! "JUAL TITIK" MBG TERBONGKAR !! 600 "DAPUR FIKTIF" DIAMANKAN. BGN LAKUKAN PEMBENAHAN

39 036 просмотров · 12 ч назад
PARBELLAK channel
403 тыс. подписчиков
39 036 просмотров · 12 ч назад
Setiap pagi, sebelum anak-anak memulai pelajaran di sekolah, ada banyak orang yang lebih dulu bekerja memastikan makanan bergizi tersedia di meja mereka. Di dapur-dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), bahan pangan mulai diolah, makanan dimasak, dikemas, lalu dikirim ke sekolah-sekolah. Bagi anak-anak, proses itu mungkin terlihat sederhana: makanan datang, kemudian dinikmati bersama teman-teman. Namun, di balik setiap kotak makanan yang mereka terima, ada pekerjaan panjang yang harus dipastikan berjalan dengan baik. Mulai dari memastikan bahan pangan tersedia dan berkualitas, menjaga kebersihan dapur, mengawasi proses memasak, hingga memastikan anggaran digunakan sebagaimana mestinya. Semua harus berjalan beriringan. Sebab, ketika satu bagian tidak bekerja sebagaimana mestinya, dampaknya bisa dirasakan hingga ke tangan penerima manfaat. Tantangan itulah yang kini dihadapi Badan Gizi Nasional (BGN). Seiring pertumbuhan MBG yang semakin besar, tanggung jawab mengelola program ini juga semakin kompleks. MBG tidak lagi sekadar tentang menyediakan makanan bagi anak-anak, tetapi juga membangun ekosistem yang melibatkan puluhan ribu dapur, jutaan penerima manfaat, tenaga kerja, pemasok pangan lokal, pemerintah daerah, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya. Di tengah perkembangan tersebut, BGN mulai melakukan pembenahan menyeluruh. Dalam 100 hari kerja Sudaryono memimpin, sejumlah aspek pelaksanaan program dievaluasi dan diperkuat. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi MBG 2.0, sebuah upaya untuk memastikan pertumbuhan program berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pengelolaannya. Bukan tanpa alasan pembenahan ini diperlukan. Ketika MBG pertama kali berjalan pada Januari 2025, BGN menghadapi tantangan besar untuk mengendalikan jumlah dapur yang terus bertambah. Dalam evaluasi 100 hari kerja, terlihat bahwa kapasitas pengawasan belum sebanding dengan besarnya program yang harus dikelola. Saat itu, BGN hanya memiliki sekitar 700 tenaga kerja untuk mengendalikan sekitar 27 ribu dapur, dengan infrastruktur pengawasan yang masih terbatas. “BGN kira-kira manpower-nya sekitar 700 orang langsung mengendalikan dapur kira-kira 27 ribu dengan infrastruktur pengawasan yang sangat minim dan juga pelibatan kolaborasi dengan kementerian dan lembaga lain yang sangat minim,” kata Kepala BGN Sudaryono yang akrab disapa Mas Dar. #jokowidodo #prabowosubianto #gibranrakabumingraka #kabinetmerahputih #politikindonesia #roysuryo #rismonsianipar #doktertifa #pdiperjuangan #megawatisoekarnoputri