Перейти к содержимому

Muktamar Ke-35 NU dan Politik Kiai di Mata Fachry Ali | Menjadi Indonesia #46

NU Online

0:00 / 0:00

Muktamar Ke-35 NU dan Politik Kiai di Mata Fachry Ali | Menjadi Indonesia #46

55 670 просмотров · 1 месяц назад
NU Online
1,56 млн подписчиков
55 670 просмотров · 1 месяц назад
Muktamar Ke-35 NU 2026 di Tambakberas Jombang diprediksi akan menjadi muktamar paling menyita perhatian publik setelah Cipasung 1994, mengingat ketegangan di tingkat elit PBNU kian tidak terbendung. Dalam program Menjadi Indonesia episode 46, NU Online menghadirkan pengamat sosial-politik, Fachry Ali, sosok yang lima kali hadir di Muktamar NU: 1989 di Krapyak, 1994 di Cipasung, 1999 di Lirboyo, 2004 di Solo, dan 2010 di Makassar. Ia mengingatkan agar faksionalisme di tubuh PBNU ini tidak berakhir seperti pasca-Pemilu 1955 yang gagal menyelesaikan masalah dan justru memicu gerakan separatis daerah seperti PRRI/Permesta. Fachry berharap, Muktamar di Tambakberas nanti tidak didikte oleh kepentingan politik luar. "Harus mampu menciptakan muktamar yang melahirkan sebuah situasi di mana faksionalisme di dalam NU itu bisa hilang," tegasnya. Jika misi itu gagal dan muktamar tidak bisa meredam ego kelompok, Fachry memperingatkan bahwa NU bisa kehilangan legitimasi dan terjebak dalam "anarkisme" lokal, di mana kiai-kiai daerah dan tokoh kuat akan bergerak sendiri menjadi institusi mandiri tanpa memedulikan struktur formal PBNU. Dipandu Pemimpin Redaksi NU Online, Ivan Aulia Ahsan, Fachry juga merefleksikan perjalanannya dalam proses "Menjadi Indonesia". Sebagai orang Aceh yang mendalami kebudayaan Jawa, ia memandang Indonesia sebagai sebuah keajaiban persatuan yang dibangun secara kolektif oleh penggerak di berbagai daerah secara mandiri, bukan sekadar Jawa-sentris. Mengingat persatuan Indonesia diikat oleh persamaan simbolik seperti agama, Fachry menutup dengan peringatan keras menjelang momentum kemerdekaan agar tidak ada pihak yang merasa paling berkuasa atas fondasi negara. "Klaim bahwa dialah yang memiliki Indonesia itu tidak bisa lagi dilakukan oleh salah satu etnik, apalagi oleh salah satu partai. Kadang-kadang partai ini menguasai Pancasila. Merasa Pancasila menjadi miliknya," pungkas Fachry. [AN]. Saksikan program Menjadi Indonesia episode 46 selengkapnya di kanal Youtube NU Online, Jumat, 17 Juli 2026 pukul 20:00 WIB. Segmen video: 00:00:00 - Cuplikan dan intro 00:01:31 - Persentuhan intelektual dengan NU via Gus Dur 00:17:06 - Jawa, NU, dan modernitas 00:30:30 - Persentuhan personal dengan NU 00:37:46 - Muktamar NU: elit pedesaan berkumpul 00:42:19 - Muktamar Cipasung: NU vis a vis Negara 00:54:58 - Muktamar Ke-35 NU akhiri faksionalisme? 01:19:35 - Indonesia disatukan persamaan simbolik 01:31:02 - Closing dan credit video ___________ NU Online - Media Resmi Nahdlatul Ulama Super App | Website | Tiktok | X | Youtube | Instagram | Facebook | Spotify Follow Us: https://linktr.ee/NUOnline #mutamarnu #muktamar35nu #menjadiindonesia #nahdlatululama #nuonline #pbnu #fachryali #wawancara #nahdliyyin #kiai #kyai #politik #politikindonesia #politiknu