🔴Banjir Bandang Terjang Perum Elit Padang, Warga Sebut Bencana Lebih Parah dari Akhir 2025
Tribun Gorontalo
0:00 / 0:00
🔴Banjir Bandang Terjang Perum Elit Padang, Warga Sebut Bencana Lebih Parah dari Akhir 2025
698 просмотров · Трансляция закончилась 2 дня назад
Tribun Gorontalo
306 тыс. подписчиков
698 просмотров · Трансляция закончилась 2 дня назад
Banjir Bandang Terjang Perum Elit Padang, Warga Sebut Bencana Lebih Parah dari Akhir 2025
Relay: Rinaldy Remon Jaliha
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.
TRIBUN-VIDEO.COM - Seusai diterjang banjir, suasana di Perumahan Elite Lumin Park yang berlokasi di Kelurahan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), mulai berangsur kondusif.
Berdasarkan pantauan langsung Jurnalis TribunPadang.com, Arif Ramanda di lokasi pada Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 09.50 WIB, para penghuni kawasan hunian mewah tersebut tampak sibuk membersihkan sisa-sisa material yang terbawa arus air.
Kini, genangan air memang sudah menyusut, namun meninggalkan tumpukan tanah dan lumpur pekat di area pemukiman warga.
Hujan yang mengguyur Kota Padang, Sumatera Barat, pada Sabtu (10/10/2026) kembali membawa kecemasan bagi warga Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji.
Banjir yang menerjang permukiman mereka kali ini dinilai lebih parah dibandingkan kejadian pada akhir 2025.
Neldawati (43), warga RT 02/RW 06, Kelurahan Lapau Munggu, mengaku kesulitan menyelamatkan diri ketika air mendadak masuk ke kawasan tempat tinggalnya sekitar pukul 13.30 WIB. Saat itu, ia dan warga lainnya sedang berada di rumah karena hujan.
Derasnya aliran air membuat warga harus segera mencari jalan keluar agar bisa mencapai tempat yang lebih aman.
Warga lainnya, bernama Edrison (42), mengaku bahwa banjir di Padang bukan kejadian pertama. Ia menyebut warga Lapau Munggu telah mengalami banjir sebanyak empat kali. Namun, menurutnya, kejadian pada Sabtu itu menjadi yang terparah dibandingkan banjir pada akhir 2025 maupun Agustus lalu.
Dampaknya kembali menghancurkan tempat tinggal dan menghilangkan barang-barang milik warga, sementara sejumlah barang hanyut terseret arus.
Pengalaman menghadapi banjir berulang juga meninggalkan trauma. Edrison mengaku kini merasa khawatir setiap kali hujan turun, sekalipun hanya berlangsung sebentar.
Banjir di Lapau Munggu turut menyebabkan tanggul sementara yang sebelumnya diperbaiki Balai Wilayah Sungai (BWS) kembali jebol. Sejumlah rumah warga terdampak aliran air dan lumpur.
Petugas gabungan dari Brimob, BPBD, dan Basarnas turun ke lokasi untuk membantu warga meninggalkan kawasan terdampak. Dalam proses evakuasi, tali dibentangkan untuk membantu warga melewati arus yang deras.
Warga yang harus meninggalkan rumah sementara waktu menempati posko pengungsian yang didirikan Dinas Sosial Kota Padang. Sebagian lainnya mengungsi ke rumah kerabat.
Di tengah kondisi tersebut, Neldawati meminta pemerintah tidak hanya memberikan bantuan setelah banjir terjadi, tetapi juga mengambil langkah untuk melindungi warga dari ancaman serupa.
Ia menyoroti keberadaan anak-anak dan warga lanjut usia yang turut menghadapi risiko ketika banjir kembali melanda.
Neldawati juga mempertanyakan penanganan pascabanjir sebelumnya karena warga masih menghadapi persoalan yang sama ketika bencana kembali terjadi.
Hingga Sabtu malam, warga terdampak masih berada di posko pengungsian dan rumah kerabat. Sementara itu, lumpur masih memenuhi sejumlah rumah yang diterjang banjir. (*)
Artikel ini telah tayang di TribunPadang.com dengan judul Banjir Berulang di Lapau Munggu Padang, Tanggul Jebol dan Warga Dievakuasi Pakai Tali, https://padang.tribunnews.com/padang/....
Penulis: Muhammad Afdal Afrianto | Editor: Rezi Azwar
Program: Hot Topic
Editor Video: Mellinia Pranandari