Перейти к содержимому

Sumpah Pemuda 1928: Kisah Kongres Pemuda Kedua di Bawah Pengawasan Polisi

SeratusRibuHistory

0:00 / 0:00

Sumpah Pemuda 1928: Kisah Kongres Pemuda Kedua di Bawah Pengawasan Polisi

136 просмотров · 12 дней назад
SeratusRibuHistory
200 подписчиков
136 просмотров · 12 дней назад
Tiga kalimat Sumpah Pemuda lahir dari kongres yang diawasi polisi kolonial, setelah kongres pertama gagal mencapai keputusan. Video ini menelusuri kisah Kongres Pemuda Kedua 27-28 Oktober 1928, dari organisasi pemuda kedaerahan sampai isi ikrar dan maknanya. Channel SeratusRibuHistory. #sumpahpemuda #sejarahindonesia #SeratusRibuHistory Sebelum 1928, pemuda di Hindia Belanda berkumpul menurut daerah: Tri Koro Dharmo yang kemudian menjadi Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Ambon, Jong Celebes, Jong Bataks Bond, Sekar Roekoen, Pemoeda Kaoem Betawi, dan Jong Islamieten Bond. Kongres Pemuda Pertama 1926 berakhir tanpa keputusan, antara lain karena perdebatan nama bahasa persatuan antara Muhammad Yamin dan Mohammad Tabrani. Dua tahun kemudian, di tengah pengetatan aturan berkumpul, Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia menggagas Kongres Pemuda Kedua. Chapter (taksiran, perbarui dari file chapters hasil render): Video ini mengikuti tiga rapat Kongres Pemuda Kedua. Rapat pertama Sabtu malam 27 Oktober 1928, saat kata kemerdekaan dilarang dan Yamin menguraikan lima faktor persatuan. Rapat kedua Minggu pagi 28 Oktober tentang pendidikan, dan arak-arakan pandu yang batal karena syarat polisi. Rapat ketiga Minggu malam, saat Yamin menyodorkan secarik kertas berisi rumusan putusan, dan W.R. Supratman memainkan lagu Indonesia Raya dengan biola tanpa syair. Video ditutup dengan isi ikrar dalam ejaan lama, makna kata menjunjung pada butir ketiga, dan warisannya sampai penetapan Hari Sumpah Pemuda lewat Keppres No. 316 Tahun 1959. Sebagian detail jalannya rapat berasal dari kesaksian pelaku dan buku terbitan Museum Sumpah Pemuda, dan disebut demikian di dalam video. Versi yang menyebut Indonesia Raya dinyanyikan di kongres 1928 masih diperdebatkan, jadi tidak diklaim di sini. Sumber utama: Museum Sumpah Pemuda, Sejarah Sumpah Pemuda (laman resmi Kementerian Kebudayaan); Momon Abdul Rahman dkk., Sumpah Pemuda: Latar Sejarah dan Pengaruhnya bagi Pergerakan Nasional (Museum Sumpah Pemuda, 2008); Keppres No. 316 Tahun 1959; PP No. 44 Tahun 1958; UU No. 24 Tahun 2009. SeratusRibuHistory membahas peristiwa sejarah dunia dan Indonesia secara naratif dan bersumber. Subscribe dan nyalakan lonceng supaya kisah berikutnya tidak terlewat. Tulis di komentar, bagian mana yang baru kamu ketahui hari ini.