🔴 MENTERI ATR/BPN NUSRON WAHID TAK HADIR RAPAT 2 Hari Saat Anak Buah Kena OTT KPK
SURYAMALANG. com (SURYAMALANG.com)
0:00 / 0:00
🔴 MENTERI ATR/BPN NUSRON WAHID TAK HADIR RAPAT 2 Hari Saat Anak Buah Kena OTT KPK
1 601 просмотр · Трансляция закончилась 5 дней назад
SURYAMALANG. com (SURYAMALANG.com)
337 тыс. подписчиков
1 601 просмотр · Трансляция закончилась 5 дней назад
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mendadak jadi sorotan.
Sejak awal pekan, ia tak tampak di sejumlah agenda resmi, tepat setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap pejabat teras di kementeriannya.
Ketidakhadiran Nusron menimbulkan tanda tanya publik. Pasalnya pada (15-16/9/2026), ia absen dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR RI dan Badan Legislasi (Baleg) yang seharusnya dihadiri menteri, namun justru diwakili sepenuhnya oleh Wakil Menteri ATR/BPN, Ossy Dermawan.
Menanggapi kabar "menghilang" Nusron ini kemudian ditanggapi oleh Ossy Dermawan.
Dalam keterangannya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/9), ia menegaskan kehadirannya di lokasi merupakan bentuk penugasan langsung dari sang menteri.
Menurut Ossy, Nusron saat ini tengah menjalankan agenda lain yang sudah terjadwal. Namun, ketika ditanya lokasi pasti Nusron, Ossy mengaku tidak mengetahui.
Spekulasi mengenai absennya Nusron muncul setelah KPK menggelar OTT di Jabodetabek, Senin (14/9/2026).
Dalam operasi itu, penyidik menyita uang tunai Rp106,3 miliar yang disimpan dalam 20 koper dan kardus.
Sebanyak 19 orang diamankan, dengan delapan di antaranya ditetapkan sebagai tersangka.
Mereka terdiri dari pejabat ATR/BPN, pihak swasta, serta empat orang yang disebut sebagai orang dekat Nusron Wahid: Fahd El Fouz, Arif Sugiyanto, Erwin, dan Muhammad Fakhry.
Dari internal kementerian, KPK menjerat Dirjen PPTR Lampri dan Kepala Kantah Bogor I Sontang Coin Manurung.
Dari pihak swasta, tersangka antara lain Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk Adrianto Pitojo Adhi dan Rizal Pahlevi.
Meski namanya dikaitkan dengan kedekatan politik sejumlah pihak, KPK menegaskan Nusron tidak termasuk dalam 17 orang yang diamankan dan belum dipanggil sebagai saksi hingga pertengahan September 2026.
Lembaga antirasuah menyatakan akan menelusuri aliran dana serta komunikasi antar pihak, termasuk jika ada kaitan dengan tokoh politik lain.
(Tribun-Video.com/Tribunnews.com)
Penulis: Fersianus Waku
Editor: Malvyandie Haryadi
Program: Live Tribunnews Update
Host: Putri Dwi Arrini
Editor Video: Ahmad Shalsa Malkhaponda
relay tribunjatim: Anugrah Fitra