Keteladanan Mbah Wahab & Kiai Bisri Syansuri di Muktamar Ke-24 NU Bandung 1967
NU Online
0:00 / 0:00
Keteladanan Mbah Wahab & Kiai Bisri Syansuri di Muktamar Ke-24 NU Bandung 1967
3 479 просмотров · 4 дня назад
NU Online
1,56 млн подписчиков
3 479 просмотров · 4 дня назад
Keteladanan Mbah Wahab & Kiai Bisri Syansuri di Muktamar Ke-24 NU Bandung 1967
Di tengah pusaran transisi politik nasional dari Orde Lama menuju Orde Baru, Muktamar ke-24 Nahdlatul Ulama (NU) di Bandung pada tahun 1967 menorehkan sebuah catatan sejarah yang sarat akan keteladanan.
Bukan tentang perebutan kekuasaan, forum tertinggi organisasi ini justru menjadi saksi bisu kebesaran jiwa para ulama. Sebuah momen langka dan mengharukan terekam saat agenda pemilihan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Dalam proses tersebut, muncul dua nama tokoh besar, yakni KH Bisri Syansuri dan KH Abdul Wahab Chasbullah. Namun, alih-alih saling bersaing unjuk dukungan, kedua kiai kharismatik ini justru saling menolak jabatan dan mempersilakan satu sama lain untuk menerima amanah tersebut.
Peristiwa saling "lempar" amanah ini menunjukkan tingginya adab, akhlak, dan ketawadhu'an para sesepuh NU. Pada akhirnya, forum menyepakati KH Abdul Wahab Chasbullah untuk tetap memimpin jajaran Syuriyah sebagai Rais Aam. Sementara itu, KH Idham Chalid kembali dipercaya untuk memimpin jajaran Tanfidziyah PBNU.
Sikap legawa dan saling menghormati ini menjadi oase sekaligus pelajaran penting di tengah iklim perpolitikan tahun 1967 yang kala itu sedang memanas dan belum stabil.
Selain menghadirkan kisah keteladanan, Muktamar Bandung juga menjadi ajang perjumpaan budaya dengan hadirnya kesenian Kuda Renggong, serta melahirkan keputusan strategis seperti Deklarasi Demokrasi Pancasila.
Bagaimana kisah selengkapnya dari perhelatan bersejarah ini?
___________
NU Online - Media Resmi Nahdlatul Ulama
Super App | Website | Tiktok | X | Youtube | Instagram | Facebook | Spotify
Follow Us: https://linktr.ee/NUOnline
#nahdlatululama #nuonline #pbnu