Перейти к содержимому

Baby Doc: Presiden Termuda Dunia yang Menghancurkan Negaranya

REVISI

0:00 / 0:00

Baby Doc: Presiden Termuda Dunia yang Menghancurkan Negaranya

7 592 просмотра · 14 часов назад
REVISI
113 тыс. подписчиков
7 592 просмотра · 14 часов назад
Di usia 19 tahun, Jean-Claude "Baby Doc" Duvalier mewarisi sebuah negara. Ia menjadi kepala negara termuda di dunia, dan memimpin Haiti selama hampir 15 tahun dengan pasukan Tonton Macoute, penjara Fort Dimanche, dan korupsi yang menguras kas negara. Dalam video dokumenter ini, kita mengulas lengkap siapa Baby Doc Duvalier, seberapa kejam rezimnya, bagaimana ia menjarah kekayaan Haiti, mengapa kekuasaannya runtuh pada 1986, hingga kepulangannya yang mengejutkan pada 2011 dan wafatnya tanpa pernah diadili. Di video ini kamu akan tahu: Siapa Baby Doc dan bagaimana ia bisa jadi presiden di usia 19 tahun Peran ayahnya, Papa Doc, dalam membangun mesin teror Apa itu Tonton Macoute dan penjara Fort Dimanche Kisah "Vampir Karibia" dan bisnis darah di Haiti Pernikahan mewah di tengah kemiskinan ekstrem Tragedi pemusnahan babi, pengungsi perahu, dan stigma AIDS Bagaimana pelajar, Gereja, dan rakyat menjatuhkan sang diktator Kepulangannya ke Haiti pada 2011 dan akhir hidupnya pada 2014 📌 CATATAN Video ini disusun untuk tujuan edukasi dan dokumentasi sejarah. Sebagian angka (jumlah korban, nilai kekayaan yang digelapkan) merupakan perkiraan yang diperdebatkan antar sumber. 🔔 Suka dengan kisah sejarah gelap yang jarang dibahas? Subscribe dan aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan dokumenter berikutnya. 💬 Menurut kamu, apa pelajaran terbesar dari kisah Baby Doc? Tulis di kolom komentar! #BabyDoc #Haiti #diktator MUSIC CREDITS: All background music in this video is provided by Karl Casey @ White Bat Audio. Music by Karl Casey @ White Bat Audio ------------------------------------------------------------------------------------------------- PENGGUNAAN WAJAR (FAIR USE COPYRIGHT DISCLAIMER) Penafian Hak Cipta berdasarkan Pasal 107 Undang-Undang Hak Cipta tahun 1976 yang memperbolehkan “penggunaan wajar” (fair use) untuk tujuan seperti kritik, komentar, peliputan berita, pengajaran, beasiswa, dan penelitian. Penggunaan wajar adalah penggunaan yang diizinkan oleh undang-undang hak cipta yang sebaliknya dapat dianggap sebagai pelanggaran. Penggunaan yang bersifat non-komersial, edukatif, atau pribadi cenderung berpihak pada penggunaan wajar. 1. Video ini tidak berdampak negatif terhadap karya asli. 2. Video ini dibuat untuk berbagi informasi sejarah dan berita. 3. Video ini tidak bersifat transformatif secara alamiah.