Перейти к содержимому

#SeleksiBertuturJember : Asyifa Kinan Azzahra - Sejarah Pantai Watu Ulo Jember

SDS Islam Ulul Albab

0:00 / 0:00

#SeleksiBertuturJember : Asyifa Kinan Azzahra - Sejarah Pantai Watu Ulo Jember

6 295 просмотров · 1 г. назад
SDS Islam Ulul Albab
368 подписчиков
6 295 просмотров · 1 г. назад
Pantai Watu Ulo terletak di Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, JawaTimur. 31 km dari kota Jember. Pantai Watu Ulo memiki pesona alam yang sangat indah.Terhampar luas pasir putih, laut biru yang memukau, bukit-bukit hijau yang mengagumkan, dan sebuah formasi menarik batu memanjang menyerupai ular di pesisir pantai. Sebuah batu yang menjadi icon legenda cerita rakyat, asal usul Pantai Watu Ulo. Nama Watu Ulo diambil dari Bahasa Jawa yaitu; Watu dan Ulo. Watu berarti batu, dan Ulo berarti ular. Jadi Watu Ulo berarti Batu yang menyerupai ular. Legenda asal usul Pantai Watu Ulo dikisahkan bahwa: Dahulu hidup seekpr naga besar yang bernama Nogo Rojo. Nogo Rojo adalah seekor naga api yang sangat bengis dan rakus. Ia menghabiskan banyak ikan-ikan di Pantai. Kapal-kapal nelayan yang sedang melintas, sering menjadi korban kebengisan Nogo Rojo. Banyak rumah penduduk tak luput dihancurkan oleh Nogo Rojo. Perilaku Nogo Rojo membuat resah nelayan, penduduk sekitar, dan pemuda bernama Joko Mursodo. Joko Mursodo pun bertapa untuk mendapatkan senjata sakti untuk bisa mengalahkan Nogo Rojo. Setelah menyelesaikan pertapanya, Joko Mursodo mencari tahu keberadaan Nogo Rojo. Joko Mursodo akhirnya bertemu Nogo Rojo. Pertempuran dahsyat pun terjadi. Keduanya sama-sama sakti dan kuat. Tapi akhirnya Nogo Rojo tak mampu mengalahkan kesaktian Joko Musodo. Tubuh Nogo Rojo berubah menjadi batu, membujur panjang dari bibir pantai ke pantai. Batu menyerupai ular di pesisir Pantai Watu Ulo. Penduduk senang mendengar Nogo Rojo berhasil dimusnahkan oleh Joko Mursodo. Setelah kematian Nogo Rojo, penduduk kembali hidup dengan tenang, tanpa rasa takut. Sejak itulah, pantai tersebut, dinamakan “Pantai Watu Ulo.” #seleksibertuturjember #gerakanindonesiamembaca #pepusdajember #festivalliterasijember