Suamiku Menikah Siri dengan Sekretarisnya—Aku Datang ke Akadnya Membawa Pengacara
Fingers Quez и Wanita di Balik Diam
0:00 / 0:00
Suamiku Menikah Siri dengan Sekretarisnya—Aku Datang ke Akadnya Membawa Pengacara
2 606 просмотров · 2 дн. назад
Fingers Quez и Wanita di Balik Diam
2 606 просмотров · 2 дн. назад
Selama dua belas tahun aku percaya bahwa suamiku adalah laki-laki yang akan selalu menjaga janji pernikahan kami. Aku menikah dengan Bima, pria yang dulu memayungiku di tengah hujan, pria yang memulai usaha dari nol bersamaku dan berjanji akan membangun rumah impian kami. Aku bahkan menjual kalung peninggalan nenekku untuk membantunya merintis bisnis, tanpa pernah membayangkan bahwa suatu hari pengorbananku justru akan digunakan untuk membangun kehidupan bersama perempuan lain. Namun, belakangan ini, Bima mulai sering bepergian ke luar kota, menyembunyikan ponselnya, dan bersikap aneh setiap kali nama sekretarisnya disebut. Aku mencoba percaya, sampai sebuah struk hotel mengungkap bahwa suamiku diam-diam menginap bersama Citra, perempuan yang selama ini kuanggap sebagai orang kepercayaanku. Aku tidak langsung melabraknya. Aku memilih diam, menyelidiki aliran uang perusahaan, dan mengumpulkan bukti yang perlahan membuka rahasia jauh lebih besar daripada perselingkuhan. Ternyata, Bima bukan hanya menjalin hubungan dengan sekretarisnya, tetapi juga menggunakan uang perusahaan untuk membelikannya rumah dan menyusun rencana agar aku kehilangan hak atas semua yang telah kami bangun bersama. Bahkan ibu mertuaku ikut mendukung rencana itu, sementara suamiku bersiap menikahi perempuan lain secara siri, seolah-olah aku tidak pernah ada dalam hidupnya. Mereka mengira aku akan terus diam dan menerima semuanya seperti istri yang tidak punya pilihan. Mereka tidak tahu bahwa aku sudah menemukan bukti-bukti yang bisa membongkar seluruh kebohongan mereka. Dan ketika hari akad itu tiba, saat Bima duduk mengenakan baju koko putih untuk mengucapkan janji kepada perempuan lain, dia sama sekali tidak menyangka bahwa aku akan datang. Aku tidak datang sendirian. Di tanganku ada sebuah map cokelat berisi bukti-bukti penting, dan di sampingku berdiri seorang pengacara yang siap mengungkap semuanya di hadapan para tamu. Hari itu, suamiku yang selama ini merasa bisa mengendalikan segalanya akhirnya harus menghadapi kenyataan yang tidak pernah dipersiapkannya. Apa yang terjadi ketika aku membuka map itu tepat sebelum akad dimulai? Dan bagaimana reaksi perempuan yang selama ini percaya bahwa suamiku sudah menceraikanku?