Kisah Ratu Aceh yang Berani Tolak Inggris
History Nusantara
0:00 / 0:00
Kisah Ratu Aceh yang Berani Tolak Inggris
1 782 просмотра · 4 г. назад
History Nusantara
3,03 тыс. подписчиков
1 782 просмотра · 4 г. назад
Sultanah Zaqiatuddin Inayat Syah merupakan salah satu pemimpin perempuan dari Kesultanan Aceh Darussalam. Tidak diketahui kapan ia lahir. Namun, ia memerintah Kesultanan Aceh Darussalam dari tahun 1678 hingga tahun 1688. Selama pemerintahannya ia menerima berbagai utusan dari negara lain, seperti Inggris yang ingin mendirikan benteng di Aceh. Namun, permintaan Inggris tersebut ditolak oleh Sultanah Zaqiatuddin. Menjadi Pemimpin Aceh Menurut ulama besar Aceh, Nuruddin Ar-Raniry, dalam kitabnya Bustanus Salatin, Sultanah Zaqiatuddin memiliki nama Putri Raja Setia binti Sultan Muhammad Syah. Zaqiatuddin merupakan ratu atau sultanah ketiga dalam sejarah Kesultanan Aceh Darussalam. Ia menggantikan Sultanah Naqiatuddin Syah yang turun takhta pada tahun 1678. Zaqiatuddin dilantik menjadi Sultanah Aceh pada 23 Januari 1678. Setelah dilantik menjadi sultanah Aceh, Zaqiatuddin mendapat gelar Paduka Seri Sultanah Inayat Syah Berdaulat Zil Allah Fir Alam. Pemerintahan Sultanah Zaqiatuddin Di era kepemimpinannya, Sultanah Zaqiatuddin tetap menggunakan peraturan undang-undang yang sudah dijalankan oleh pendahulunya, yakni Kanun Al-Asyi. Kanun Al-Asyi ini pertama kali diterapkan ketika Aceh berada dalam kepemimpinan Sultanah Naqiatuddin. Pada tahun 1683, Sultanah Zaqiatuddin menerima Al-Hajj Yusuf E. Qodri, seorang utusan raja Syarif Barakat dari Mekkah, Arab Saudi. Al-Hajj Yusuf kagum dengan Aceh yang indah dan permai. Selain itu Al-Hajj Yusuf juga kagum karena Aceh memiliki banyak saudagar. Meski ramah, Sultanah Zaqiatuddin sebenarnya sangat tegas. Salah satu bentuk ketegasan Sultanah Zaqiatuddin dalam menjaga kedaulatan Kesultanan Aceh terlihat pada tahun 1684. Pada tahun itu, Inggris datang dan meminta izin untuk mendirikan kantor perwakilan dagang dan membangun benteng di Aceh. Namun, permintaan tersebut ditolak oleh sultanah. Sultanah Zaqiatuddin mengatakan bahwa Inggris boleh berdagang tapi tidak untuk membangun benteng sendiri. Utusan Inggris yang menghadap ke Sultanah mencatat bahwa saat itu, pemimpin Aceh tersebut berusia sekitar 40han dan memiliki fisik yang tegap dan suara yang lantang. Meninggal dunia Sultanah Zaqiatuddin memimpin Kesultanan Aceh Darussalam selama 10 tahun, mulai tahun 1678 hingga 1688. Ia kemudian meninggal dunia pada 3 Oktober 1688. Tampung kepemimpinan Aceh kemudian diteruskan oleh Zainatuddin Kamalat Syah. Menurut riwayat, Sultanah Zaqiatuddin pernah memerintahkan Teungku Syiah Kuala untuk menerjemahkan Hadits Arba'in karya Imam Nawawi.
#SultanahZaqiatuddinInayatSyah
#kesultananAceh
#kerajaanAceh
#kerajaannusantara
#sultanazainatuddinkamalatsyah
sultanah zainatuddin kamalat syah kerajaan aceh sultan aceh ratu aceh tolak inggris aceh sepanjang abad