Перейти к содержимому

Nusron Wahid Dicoret dari Bursa Ketum PBNU, Kenapa Namanya Muncul di Dugaan Uang Muktamar?

INDONESIAN CASE FILES

0:00 / 0:00

Nusron Wahid Dicoret dari Bursa Ketum PBNU, Kenapa Namanya Muncul di Dugaan Uang Muktamar?

2 731 просмотр · 6 дн. назад
INDONESIAN CASE FILES
6,67 тыс. подписчиков
2 731 просмотр · 6 дн. назад
Dukung riset dokumen kami: https://saweria.co/indonesiancasefiles Di Muktamar ke-35 NU, Agustus 2026, Nusron Wahid masuk lima besar usulan calon ketua umum PBNU, lalu dicoret karena menteri aktif dihitung jabatan politik. Dua bulan kemudian, tiga laporan dari cabang NU masuk ke KPK, dan namanya muncul di pemberitaan soal uang muktamar. Di video ini kami pisahkan mana yang sudah dikonfirmasi KPK dan mana yang masih klaim, menurut sumber yang kami baca per 30 Oktober 2026. Menurutmu, KPK akan sampai ke muktamar, atau berhenti di perkara tanah? Tulis pendapatmu di kolom komentar. 0:00 Nama Nusron di cerita uang muktamar 1:20 Kenapa KPK ikut menelusuri 1:51 Tiga laporan ke KPK 3:13 Cukup sembilan kursi 3:51 Malam nama Nusron dicoret 5:02 Tiga lapis klaim 6:32 OTT perkara suap tanah 8:22 Bisakah uang di ormas disebut suap? 9:14 Posisi Nusron sekarang 10:03 Yang terkonfirmasi, yang masih klaim Sumber dan keterbatasan: NU Online (tabulasi usulan calon ketua umum 31 Agustus 2026, sidang pleno soal AHWA 401 lawan 150, susunan PBNU 2026-2031); Setneg (penutupan muktamar 31 Agustus 2026); UU 11/1980 tentang Tindak Pidana Suap (JDIH BPK, dibaca 30 Oktober 2026). Pernyataan KPK (OTT 14 September, delapan tersangka, sekitar Rp106 miliar disita, empat orang yang disebut "orang kepercayaan", Rp250 juta dari PCNU Nias, pertanyaan penyidik soal muktamar 8 Oktober) kami kutip dari pemberitaan; siaran pers KPK tidak kami baca langsung. Hanya dari berita atau pernyataan: isi tiga laporan cabang NU, klaim Gus Lilur (22 September), klaim kelompok "KPK NU", laporan Majalah Tempo edisi akhir Oktober, bantahan panitia muktamar, dan dua panggilan saksi untuk Nusron (7 Oktober dan pertengahan Oktober). Tidak kami temukan: pemeriksaan Nusron oleh KPK per 30 Oktober, tanggapan Nusron soal uang muktamar, pemberi uang kepada PCNU Nias, dan pernyataan penegak hukum yang memakai UU 11/1980 untuk muktamar. Catatan: klaim Gus Lilur, klaim kelompok "KPK NU", dan laporan Tempo belum dikonfirmasi KPK. Foto pertemuan yang disebar kelompok itu belum terverifikasi, tidak memperlihatkan uang, dan tidak kami tampilkan. Pengacara pelapor bernama Abdul Hakim bukan KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), Ketua Umum PBNU. Nusron Wahid berstatus saksi, per 30 Oktober 2026. Delapan tersangka perkara tanah berhak dianggap tidak bersalah sampai ada putusan pengadilan. Status bisa berubah. Video terkait, KPK menyita uang dari Hercules:    • Rp800 Juta Disita KPK dari Hercules: Untuk...   Foto, video, dan dokumen (kredit dan tanggal tayang di layar): Video resmi KPK RI dan kanal resmi Nahdlatul Ulama (TVNU, NU Online): Video: KPK RI: 15 September 2026; Video: NU Online: 30 Agustus 2026; Video: TVNU Televisi Nahdlatul Ulama: 27 Agustus 2026. Tangkapan layar berita (outlet dan tanggal di layar): ANTARA News (YouTube), Afu.id, Aktual, BITV (YouTube), BeritaSatu, BeritaSatu (YouTube), CNN Indonesia, IDN Times, Inilah, Investortrust, Jawa Pos, KOMPASTV (YouTube), Katadata, KompasTV Jember (YouTube), METRO TV (YouTube), Monitor Indonesia, Official iNews (YouTube), Okezone via RCTI+, RMOL, RRI, Suaradotcom (YouTube), WAHANA TV (YouTube), Warta Ekonomi, detikNews, iNews via RCTI+, tvOneNews (YouTube). Dokumen: halaman NU Online (30 dan 31 Agustus 2026, susunan PBNU 2026-2031), rilis Kemensetneg (31 Agustus 2026), UU 11/1980 (JDIH BPK); diberi sorotan. Foto arsip dan ilustrasi (bukan foto kejadian), via Wikimedia Commons; foto dipotong dan diperbesar: CC BY 4.0 (https://creativecommons.org/licenses/... Indonesiagood. CC BY-SA 2.0 (https://creativecommons.org/licenses/... BxHxTxCx (using album). CC BY-SA 4.0 (https://creativecommons.org/licenses/... Ilhammiftahul, Serenity. Public domain: DPR RI, General Elections Commission of the Republic of Indonesia, Government of Jombang Regency, Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Indonesia, KPU (General Election Commission), Nahdlatul Ulama. Thumbnail: cuplikan TVR Parlemen (DPR RI, 21 April 2025, sebelum perkara), NU Online dan KPK RI; diubah. Musik: "Keys To Unravel" – The Soundlings (YouTube Audio Library) Efek suara: Mixkit (Mixkit Free License). #IndonesianCaseFiles #MuktamarNU